Ketika Manajer Newcastle Ditanya Isu Arab Saudi Eksekusi Mati 81 Orang

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 14 Mar 2022 17:15 WIB
Newly appointed Newcastle United manager Eddie Howe waves before a press conference at St. James Park, Newcastle upon Tyne, England, Wednesday, Nov. 10, 2021. (Owen Humphreys/PA via AP)
Manajer Newcastle United, Eddie Howe. (Foto: Owen Humphreys/AP)
London -

Manajer Newcastle United, Eddie Howe, ditanya isu Kerajaan Arab Saudi mengeksekusi mati 81 orang dalam sehari akhir pekan lalu. Apa katanya?

Newcastle baru saja bertanding melawan Chelsea di lanjutan Premie League. Bermain di Stamford Bridge, London, Minggu (13/3/2022), The Toon Army kalah 0-1 usai dibobol Kai Havertz pada menit 89.

Usai laga, Howe ditanya perihal kabar Kerajaan Arab Saudi mengeksekusi mati 81 orang pada hari yang sama. Eksekusi mati itu dilakukan kepada banyak terduga pelaku kejahatan.

Menurut laporan media Saudi, 81 orang itu termasuk di dalamnya adalah anggota jaringan Al-Qaeda, ISIS, serta pemberontak Houthi di Yaman. Selain itu ada pelaku kejahatan lain seperti pembunuh pria, wanita, dan anak-anak yang tak bersalah.

Howe, yang mewakili Newcastle United, klub yang juga dimiliki Lembaga Investasi Publik Arab Saudi, ditanya soal isu tersebut. Ia menepis halus, dengan mengatakan tugasnya adalah melatih klub sepakbola.

"Saya di sini untuk menangani dan melatih tim sepakbola. Saya selalu menaruh perhatian apa yang terjadi di seluruh dunia," kata Howe, dilansir The Sun.

"Tetapi, fokus saya adalah membuat tim untuk berusaha meraih kemenangan di pertandingan sepakbola, dan meraih poin yang cukup untuk bertahan di liga. Itu saja yang bisa saya katakan," jelasnya.

Pemerintah Arab Saudi membenarkan isu mengeksekusi mati 81 orang dalam sehari. Jumlah itu menjadi rekor hukuman mati di Arab Saudi, mengalahkan jumlah eksekusi mati pada 1980, saat mengeksekusi mati pelaku pendudukan Masjidil Haram.

"Kerajaan akan terus mengambil sikap tegas dan teguh terhadap terorisme dan ideologi ekstremis yang mengancam stabilitas seluruh dunia," kata pernyataan Kerajaan Arab Saudi.

Newcastle sendiri dimiliki Arab Saudi sejak Oktober tahun lalu. Public Investment Fund (PIF), yang dikepalai Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman, bersama dua perusahaan lain, mengakuisisi Newcastle sebesar 100 persen.

(yna/pur)