Kisah Mantan Bos Fulham Beri Viagra ke Pemainnya Biar Semangat

ADVERTISEMENT

Kisah Mantan Bos Fulham Beri Viagra ke Pemainnya Biar Semangat

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 25 Jun 2022 17:00 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 03: General view of the stadium showing the club badge during the Sky Bet Championship match between Fulham and Leeds United at Craven Cottage on April 3, 2018 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Eks pemilik Fulham punya cara nyeleneh untuk membangkitkan semangat para pemainnya. Foto: Catherine Ivill/Getty Images
London -

Mohamed Al-Fayed, eks pemilik Fulham, punya cara nyeleneh untuk menggenjot performa pemainnya. Viagra atau pil obat kuat diberikan ke skuadnya.

Kisah itu diceritakan Chris Coleman, eks pemain Fulham. Kepada FourFourTwo, Coleman, yang kini melatih klub Yunani Atromitos, bercerita bagaimana Al-Fayed kerap masuk ke ruang ganti sebelum bertanding.

Dalam kesempatan itu, Al-Fayed membagikan pil viagra kepada pemainnya. Tujuannya satu, agar bisa tampil apik dan memenangkan pertandingan.

"Ketika saya masih menjadi pemain, dia melewati pintu masuk ke ruang ganti sebelum pertandingan untuk membagikan tablet Viagra kepada para pemain. Ia mengatakan, "Pastikan Anda menang dan Anda bisa menikmati akhir pekan yang baik," kenang Coleman, yang membela Fulham pada 1997-2002.

Tak cuma itu, Al-Fayed juga bisa menghibur skuadnya dengan cara lain. Ia kerap mengundang artis ke ruang ganti tim untuk membakar semangat.

"Dia akan datang setelah pertandingan dengan seorang selebriti. Pernah sekali itu adalah Tony Curtis," kata Chris.

"Saya ingat melihat orang ini yang datang ke ruang ganti dan berpikir dia seperti Michael Jackson, tidak mungkin itu dia. Tapi ya memang begitu."

"Saya ingat pernah berpikir, 'Ya Tuhan, kakinya sangat besar'. Kami semua masih memegang handuk. Mohamed membuat beberapa komentar yang tidak pantas, dan kemudian kami semua berfoto bersamanya. Aneh sih, tapi itu menjadi masa-masa yang sangat membahagiakan di klub," kata Coleman.

Al-Fayed memimpin Fulham pada 1997 hingga 2013. Ia mengucurkan uang senilai 187 juta paun dari kantong pribadinya, dan bisa membawa The Cottagers promosi ke Liga Inggris, bahkan tampil di kompetisi Eropa, Piala UEFA, yang mana pada 2010 bisa sampai ke final sebelum dikalahkan Atletico Madrid.

(yna/aff)

ADVERTISEMENT