Penyesalan Royston Drenthe Tergila-gila Wanita dan Pesta

ADVERTISEMENT

Penyesalan Royston Drenthe Tergila-gila Wanita dan Pesta

Afif Farhan - Sepakbola
Sabtu, 17 Sep 2022 20:00 WIB
New Real Madrid football player, Dutch Royston Drenthe (C), poses with his new t-shirt next to Real Madrids President Ramon Calderon (R) and Honor President Alfredo Diestefano, during his presentation at Santiago Bernabeu stadium in Madrid, 13 August 2007.  AFP PHOTO/JAVIER SORIANO. (Photo credit should read JAVIER SORIANO/AFP via Getty Images)
Penyesalan Royston Drenthe Tergila-gila Wanita dan Pesta (Getty Images)
Jakarta -

Ingat nama Royston Drenthe? Eks pemain Real Madrid ini dulu disebut-sebut sebagai wonderkid. Sayangnya, kecanduannya pada kehidupan malam hancurkan kariernya.

Pecinta sepakbola era tahun 2000-an pasti tahu nama Royston Drenthe. Dulu, pemain asal Belanda ini disebut-sebut sebagai wonderkid.

Drenthe bermain sebagai penyerang sayap kiri. Tahun 2006, Real Madrid memboyongnya dari Feyenoord seharga 14 juta Euro yang merupakan harga cukup besar di kala itu.

New Real Madrid football player, Dutch Royston Drenthe (C), poses with his new t-shirt next to Real Madrid's President Ramon Calderon (R) and Honor President Alfredo Diestefano, during his presentation at Santiago Bernabeu stadium in Madrid, 13 August 2007.  AFP PHOTO/JAVIER SORIANO. (Photo credit should read JAVIER SORIANO/AFP via Getty Images)Royston Drenthe saat dibeli Real Madrid (Getty Images)

Royston Drenthe bermain di era awal Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema pada saat keduanya juga baru berseragam Real Madrid. Jangan lupa, dia juga pernah setim dengan pemain-pemain top seperti Kaka, Raul Gonzalez, Guti, Wesley Sneijder, dan Sergio Ramos.

Dua musim di Madrid, Drenthe kebanyakan jadi pemain pengganti. Namun kecepatan larinya, cukup merepotkan barisan belakang lawan.

Sayangnya, kariernya di Madrid tidak bertahan lama. Drenthe cuma bertahan tiga tahun, lalu dipinjamkan ke Hercules dan ke Everton.

Tahun 2012, kontrak sang pemain habis. Setahun Drenthe menganggur, barulah bermain lagi di klub Rusia, Spartak Vladikavkaz.

Dilansir dari AS, Royston Drenthe pernah terpilih jadi pemain terbaik Euro U-21 di tahun 2007 dan memenangi titel tersebut. Dua kali dirinya raih Copa Del Rey dan sekali juara Laliga.

Drenthe pun juga jauh dari langganan cedera. Maka, satu hal yang membuat kariernya terpuruk adalah karena gaya hidupnya.

"Saya masih muda ketika pindah ke Real Madrid (usia 20 tahun-red). Saya berada di puncak karier dengan bergaung ke tim terbaik dunia dan saya tidak akan pernah ketika pertama kali masuk ke ruang gantinya untuk bertemu pemain-pemain hebat," jelasnya.

"Namun saya juga manusia biasa. Gaya hidup saya tidaklah baik ketika itu," ungkapnya.

New Real Madrid football player, Dutch Royston Drenthe (C), poses with his new t-shirt next to Real Madrid's President Ramon Calderon (R) and Honor President Alfredo Diestefano, during his presentation at Santiago Bernabeu stadium in Madrid, 13 August 2007.  AFP PHOTO/JAVIER SORIANO. (Photo credit should read JAVIER SORIANO/AFP via Getty Images)Royston Drenthe saat melompat rayakan selebrasi, tahu kan siapa di belakangnya? (Getty Images)

Royston Drenthe menjelaskan, ketika itu dirinya selayaknya bintang. Drenthe punya gaji besar, karier cemerlang, dan tentu pamor yang mentereng.

Namun sayangnya, hal itu jadi bumerang buat dirinya sendiri. Drenthe mengakui, kehidupan malam justru menghancurkan jalan hidupnya.

"Saya tergila-gila dengan wanita dan party tiap malam. Saya merasa diri saya seperti Dewa yang dipuja-puji. Saya mengakui, sebenarnya saya belum siap jadi pemain profesional," terangnya.

Drenthe kemudian melanjutkan karier ke klub-klub gurem di Inggris, Turki, UAE, Belanda, dan Spanyol. Pun di Timnas Belanda, Drenthe cuma sekali bermain.

Kini di usia 35 tahun, Drenthe masih bermain di Racing Merida, tim lokal dari kawasan Extremadura di Spanyol.

(aff/rin)

ADVERTISEMENT