Alasan Robbie Williams Mau Manggung di Qatar selama Piala Dunia 2022

ADVERTISEMENT

Alasan Robbie Williams Mau Manggung di Qatar selama Piala Dunia 2022

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 19 Nov 2022 17:00 WIB
HAMBURG, GERMANY - NOVEMBER 15: Robbie Williams performs live at the Telekom Street Gigs with a large orchestra, new songs and the Beethoven AI at the Hamburg Elbphilharmonie on November 15, 2022 in Hamburg, Germany. (Photo by Andreas Rentz/Getty Images)
Robbie Williams akan manggung di Qatar selama Piala Dunia 2022. Foto: Getty Images/Andreas Rentz
Jakarta -

Robbie Williams akan tampil dalam di Qatar selama periode Piala Dunia 2022 Penyanyi Inggris itu mengatakan tak mau bersikap munafik. Apa maksudnya?

Sejumlah penyanyi seperti Dua Lipa dan Rod Stewart diketahui enggan terlibat dalam pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar. Alasan yang digunakan yakni adanya pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan yang terjadi di negara Timur Tengah itu.

Meski begitu, masih banyak yang tetap akan hadir ke sana, seperti Jung Kook BTS dan Black Eyed Peas. Sedangkan Williams akan mengadakan konser di Doha Golf Club pada 8 Desember, saat Piala Dunia tengah berlangsung.

Williams diketahui mendapat banyak kritikan karena bersedia tampil di Qatar. Pria 48 tahun itu mengaku tetap mengecam diskriminasi kemanusiaan yang dilaporkan terjadi di sana, namun tak lantas memboikot.

"Jelas saya tidak akan membenarkan pelanggaran hak asasi manusia di manapun. Meski begitu, jika kita tidak memaafkan semua pelanggaran hak asasi manusia di manapun, maka itu akan menjadi tur tersingkat yang pernah ada," ujar Williams kepada Repubblica, dikutip The Guardian.

"Saya bahkan tak akan bisa tampil di dapur saya sendiri. Siapapun yang bilang 'tidak' ke Qatar harusnya melakukan hal sama ke teknologi China. Munafik jika saya tidak ke sana (Qatar) karena tempat-tempat yang saya kunjungi."

"Kamu mendapat pandangan yang mengatakan, 'Mereka orang jahat, kita perlu bersatu melawan mereka'. Saya pikir ada sikap munafik di sana. Jika kita membawa masalah ini di satu tempat (Qatar), kita perlu menerapkannya di seluruh dunia."

"Jika kita menerapkannya di seluruh dunia, semua orang tak akan bisa pergi ke mana-mana. Apa yang kita katakan adalah 'Bersikaplah seperti kami, atau kami kucilkan dari masyarakat. (Harusnya) bersikaplah seperti kami, karena kami melakukannya dengan benar," jelas Williams.

(adp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT