Oba Nyaris Mati di Kampung Sendiri

Oba Nyaris Mati di Kampung Sendiri

- Sepakbola
Rabu, 20 Jun 2007 12:19 WIB
Oba Nyaris Mati di Kampung Sendiri
Lagos - Pulang kampung tidak selalu menjanjikan kesenangan atau keceriaan. Kalau tidak percaya, lihat saja Obafemi Martins yang nyaris mati ditembaki di kampungnya sendiri.Acaramudik Oba ke Lagos, Nigeria, berubah jadi mimpi buruk. Bagaimana tidak, mobil Mercedesnya diberondong peluru oleh tiga penembak misterius yang menggunakan topeng."Mereka menghujani tembakan dengan tidak pandang bulu dan mencoba membunuh semua penumpang di mobil. Mereka bukan mau merampok tapi ingin membunuh saya," ujar Oba seperti dilansir The Sun, Rabu (20/6/2007).Kejadian yang nyaris merenggut nyawa pemain Newcastle United tersebut bermula ketika mobil Oba dihadang para pelaku di tempat pengisian bensin yang terletak tidak jauh dari apartemen mewahnya, Senin malam waktu setempat. "Saya tidak tahu tujuan mereka. Nyali saya langsung ciut saat melihat senjata api yang dibawa mereka."Ketiga pelaku, imbuh Oba, tidak berkata apa-apa, melainkan membiarkan senjatanya yang bicara. Mobil Mercedes yang disopiri Oba pun lantas dihujani berondongan tembakan. "Saya pikir saya bakal mati. Mereka bak pembunuh bayaran profesional. Mereka langsung menembaki mobil. Saat itu (suasananya) seperti neraka. Hati dan jiwa saya langsung mati. Semua terjadi seperti dalam film," lanjut pesepakbola 22 tahun itu.Oba sendiri mengaku sudah mencoba melarikan diri dengan memundurkan mobilnya, namun upaya itu tidak membuahkan hasil karena terhalang kendaraan lain yang ada di belakangnya. Alhasil, tembakan bukan hanya menembus kaca depan dan samping tetapi juga melukai rekan Oba, Remi Onipede yang kemudian harus dirawat di rumah sakit. Oba sendiri tidak cedera berarti karena mampu melarikan diri sebelum aparat polisi datang ke lokasi."Saya masih kaget dan tidak percaya bagaimana caranya saya bisa melarikan diri. Mungkin Seseorang di atas sana sangat menyayangi saya, karena hanya itu penjelasan satu-satunya. Tapi ibu saya sangat khawatir mereka (pelaku) bakal datang lagi. Ibu bahkan hampir pingsan saat melihat kondisi mobil. "Saya merasa tidak aman lagi di Lagos dan jangan kira saya mau kembali dalam waktu dekat. Saya adalah warga Lagos karena besar di sana. Tapi saat saya tidak merasa aman di kampung halaman sendiri, artinya ada yang salah," sergah Oba yang kini sedang memulihkan diri di Italia.Ibunda Oba, Alhaja, pun mengamini keinginan sang anak. "Katakan kepada saya kenapa dia harus tinggal di sini (Lagos). Saya sudah bilang kepadanya untuk segera kembali ke Eropa dan saya yang akan menemuinya di sana. Bodoh kalau dia tetap di sini karena para pelaku penembakan bisa mengulanginya lagi."Untuk sementara, absennya Oba dalam beberapa pertandingan internasional disinyalir sebagai motif penembakan atau percobaan pembunuhan tersebut. (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads