Kisah Eks Liverpool Terinspirasi Rival buat Kaya Raya

Kisah Eks Liverpool Terinspirasi Rival buat Kaya Raya

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 07 Mar 2026 04:05 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - AUGUST 19:  Ryan Babel of Liverpool looks on prior to the UEFA Europa League play-off first leg match beteween Liverpool and Trabzonspor at Anfield on August 19, 2010 in Liverpool, England.  (Photo by Alex Livesey/Getty Images)
Ryan Babel saat berseragam Liverpool. (Foto: Getty Images/Alex Livesey)
Jakarta -

Eks Liverpool Ryan Babel punya banyak investasi selepas pensiun. Dia terinspirasi rivalnya dari Arsenal, Mathieu Flamini, yang kaya raya di luar lapangan.

Flamini boleh jadi punya catatan biasa saja sebagai pesepakbola. Mantan penggawa Arsenal dan AC Milan ini justru dikenal karena kesuksesannya di dunia bisnis.

Sejak masih aktif bermain, Flamini sudah membangun perusahaan biokimia terkemuka GF Biochemicals. Bisnisnya menghadirkan alternatif berkelanjutan bagi produk berbasis minyak bumi, serta punya valuasi perusahaan mencapai 30 miliar euro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Statusnya sebagai CEO GF Biochemicals membuat Flamini sempat disebut-sebut sebagai pesepakbola paling kaya sedunia. Pria Prancis ini bahkan mengalahkan kekayaan nama-nama tenar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

ADVERTISEMENT

Kisah sukses Flamini menjadi inspirasi bagi koleganya Ryan Babel. Mantan penggawa Liverpool dan Timnas Belanda ini mulai membangun kesadaran investasi selepas gantung sepatu pada 2023.

Babel kini memiliki sedikitnya 30 properti di Belanda dan Uni Emirat Arab. Pria berusia 39 tahun ini mendorong para pesepakbola aktif untuk berinvestasi demi bisa menghidupi diri selepas pensiun.

"Saat saya bermain melawan Flamini, pelatih selalu mengatakan dia bukanlah gelandang yang paling berbakat. Namun, etos kerjanya, intensitasnya, selalu di atas rata-rata," kata Babel dalam podcast The Legacy Show by Sport Legacy.

BOURNEMOUTH, ENGLAND - FEBRUARY 07:  Mathieu Flamini of Arsenal applauds the crowd after the Barclays Premier League match between A.F.C. Bournemouth and Arsenal at the Vitality Stadium on February 7, 2016 in Bournemouth, England.  (Photo by Michael Regan/Getty Images)(Mathieu Flamini semasa membela Arsenal. Foto: Getty Images/Michael Regan)

"Dia selalu punya dua passion sejak dulu: sepakbola dan sustainability. Kebanyakan orang hanya fokus pada satu hal, tapi Flamini berpikir strategis sejak awal. Kesuksesannya di sepakbola dia gunakan untuk mendanai solusi isu lingkungan hidup," Babel menuturkan.

Perjalanan Babel dalam membangun kesadaran investasi ditemani Soufyan Daafi, mantan pemain muda Ajax Amsterdam yang mendirikan Sport Legacy. Perusahaan pengelola aset dan kekayaan ini berupaya memberdayakan atlet, pengusaha, dan eksekutif untuk mengubah kesuksesan menjadi kekayaan dengan dampak yang langgeng.




(bay/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads