Peristiwa perampokan yang menimpa kediaman Gerrard medio November lalu telah memaksa kapten Liverpool itu mengambil tindakan drastis. Merekrut petugas keamanan, yang personilnya adalah eks-tentara SAS, diyakini sebagai tindakan tepat. Mantan anggota resimen elit Inggris tersebut kini siap setia meronda di rumah Stevie-G.
"Stevie merasa sesuatu harus dilakukan untuk melindungi, istri, dirinya dan anak-anaknya. Keamanan orang yang dicintainya adalah prioritas. Orang-orang ini (SAS) akan ada untuknya 24 jam sehari. Keluarganya (kini) bisa tidur dengan nyenyak," tutur seorang rekan Gerrard kepada Daily Mirror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat menebar kata-kata bernada ancaman, kawanan maling itu lantas kabur dengan sejumlah perhiasan, meninggalkan Alex yang masih shock. Ketika itu kedua putrinya, Lilly-Ella (3 tahun) dan Lexi (1 tahun), sedang terlelap.
Gerrard baru diinformasikan perihal pembobolan itu setelah pertandingan tuntas dan dia pun langsung bergegas pulang. Pesepakbola 27 tahun itu mengaku lega keluarganya tidak terluka kendati para sobatnya menyatakan kalau Gerro kesal karena rumahnya dibobol ketika dia tak ada di tempat.
"Saat itu Steve sangat pucat. Itu adalah tindakan pengecut, memasuki properti saat mereka tahu hanya ada istrinya dan anak-anak di sana," geram seorang teman Gerrard.
"Stevie adalah pemain paling terakhir dari beberapa pemain Liverpool yang rumahnya dimasuki maling saat mereka sedang bertanding. Klub sudah mencoba mencari cara untuk melindungi rumah pemainnya saat mereka tak di tempat. Tapi Stevie sadar dia butuh sesuatu yang lebih dan itulah mengapa dia akhirnya terlibat dengan orang-orang spesialis ini (SAS)," tandas teman tersebut.Β Β (krs/a2s)











































