Di sebuah klub, boot boy biasa ditugasi membayangi pemain bintang dengan tujuan menimba ilmu. Si yunior lantas memberikan imbalan dengan membantu seniornya, utamanya mengurusi sepatu. Di akhir musim, si bocah sepatu bisa ketiban untung dengan mendapat suvenir, yang umumnya adalah sepatu bekas pakai pemain yang jadi tutornya.
Untuk James, suvenir dimaksud adalah sebuah mobil Mercedes. Pemain muda Birmingham tersebut ditugasi "menempel" penyerang asal Prancis Olivier Kapo, yang kemudian memberikan mobil seharga 30 ribu pounds (sekitar Rp 540 juta) sebagai kompensasi dari sepatu bekas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang sumber klub menyatakan bahwa James sebenarnya hanya meminta sepatu bekas Kapo untuk menandai akhir musim. "Dia jelas kecewa ketika Kapo menjawab dia sudah membawanya pulang. Dia (Kapo) memberikan hadiah lain yang lebih luar biasa saat dia menyerahkan serangkaian kunci," sebut sumber itu seperti dilansir Daily Mail.
Buat Kapo yang setahunnya mendapat bayaran 1,5 juta pound (sekitar Rp 27 miliar) di Birmingham, Mercedes yang dihibahkannya ke James tampaknya tak terlalu berarti, meski baru dibelinya sekitar setahun silam. Toh di garasi dia masih punya Porsche dan Hummer.
Buat James sendiri, yang bayarannya diduga hanya berkisar 300 pound (sekitar Rp 5,4 juta) per pekan, hadiah ini jelas luar biasa. Pemain yang sudah dikontrak Birmingham secara profesional pada usia 17 tahun tersebut pun langsung bergaya dengan mengendarai mobil barunya ke tempat latihan tim.
Alhasil, Manajer Birmingham Alex McLeish terkaget-kaget melihat sang anak didiknya datang dengan mobil mahal. Setelahnya, dia baru tahu kalau Mercedes tersebut adalah hadiah dari Kapo.
"Itu tindakan luar biasa dan suatu hal yang menegaskan karakter Kapo. Dia pernah di Italia bersama Juventus, salah satu klub terbesar di dunia, namun dia jelas tidak melupakan saat-saat dirinya masih jadi pemain muda yang penuh cita-cita, mengharapkan hal yang lebih baik dan besar," tutur McLeish.
Nah, berhubung Kapo sepertinya sedang sedemikian dermawan, sang pelatih kemudian mencoba ambil kesempatan. Mau apa? Ya, ikut minta jatah hadiah.
"Karena dia sedang murah hati, saya tanya apa sih yang dilakukannya dengan rumah yang sudah ditinggalkan di Turin. Sayangnya dia cuma nyengir dan bilang 'kalau itu saya ingin menyimpannya'," ceplos McLeish.
(krs/a2s)











































