sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 02 Mei 2011 13:38 WIB

Andi Darussalam Mundur dari Sepakbola

- detikSport
Jakarta - Direktur Utama PT Liga Indonesia Andi Darusalam Tabussala menyatakan mundur dari sepakbola, termasuk dari pencalonannya sebagai aggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015.

Demikian disampaikan Andi dalam pertemuan yang diagendakan secara "mendadak" dengan wartawan di kantor PT Liga, Jakarta, Senin (2/5/2011), siang.

"Pertama-tama, izinkan saya meminta maaf pada klub-klub yang mendukung dan mencalonkan saya, tapi saya tidak bersedia menjadi aggota Exco, maupun pengurus (PSSI periode baru)," ujar Andi yang didampingi CEO PT Liga, Joko Driyono, dan sekretaris liga, Tigor Shalom.

"Saya sudah mengajukan surat pengunduran diri saya kepada semua pihak termasuk Komite Normalisasi. Setelah kompetisi ISL musim ini selesai, selesai pula pekerjaan saya," sambungnya, seraya menyebut tanggal 1 Juli sebagai hari dia tidak lagi menjabat apa-apa lagi.

Andi mengaku sempat menerima saat beberapa klub mencalonkan dirinya sebagai anggota Exco pada kongres mendatang, namun setelah memikirkan hal-hal lain lebih jauh, ia memutuskan saatnya berhenti dari sepakbola.

Pria asal Sulawesi Selatan itu, sempat tampak dirundung emosi saat menjelaskan alasan-alasannya untuk mengambil pilihan mundur. Ucapannya sempat tertahan beberapa kali, matanya berkaca-kaca seperti menahan tangis.

"Banyak hal.... Puluhan tahun saya di sepakbola, mulai dari kepengurusan Pak Kardono, Pak Azwar Anas, Pak Agum Gumelar, dan Pak Nurdin Halid, tapi baru kali ini saya mengalami keadaan begini. Tidak ada persahabatan di dalamnya. Semua pihak bilang ini jelek, ini yang paling bagus. Ini menyedihkan. Pers saja terkoyak-koyak," lirihnya.

Andi tidak membantah bahwa keputusannya mundur dikarenakan konflik di PSSI masih saja berlangsung, yang saat ini ditandai dengan konflik antara Komite Normalisasi dengan Kelompok 78.

"Lihatlah, sepakbola kita menjadi seperti ini. Saya penyuka Pak Agum. Kalau dia masih juga tidak dipercaya lagi, lalu siapa yang bisa dipercaya? KN seharusnya dihormati, apapun keputusannya juga harus dihormati. Dan itu tidak terjadi. Ini menyedihkan .... "

Saat ditanya apakah keputusannya ini dikarenakan banyak rekan-rekannya yang tak lolos dalam verifikasi KN untuk kongres, Andi membantah.

"Tidak benar seperti itu. Teman-teman saya masih banyak kok (yang lolos)," tukasnya. "Dan rasanya saya tidak punya musuh. Semua teman saya termasuk yang dari kelompok 78. Saya merasa tidak pernah punya blok.

"Saya sudah puluhan tahun di sepakbola. Setelah memikirkan lebih jauh, bahwa akan ada waktunya berhenti, maka inilah saatnya buat saya. Waktunya untuk anak-anak muda untuk memajukan sepakbola Indonesia," tambahnya.

Ditanya apakah meninggalkan sepakbola secara total, Andi mengatakan "tidak akan di tingkat pusat". Soal Arema Indonesia, sebagaimana dia punya saham di klub asal Malang itu, Andi mengisyaratkan akan terlibat jika dibutuhkan.

"Arema saya mau untuk terus membantu, kalau mereka mau. Arema bukan punya ADT, Arema punya Aremania. Saya cuma bantu saja supaya bisa tetap eksis. Kita tahu, sebelum orang ramai-ramai bicara APBD, Arema sudah lama tidak pakai APBD," tukasnya.

Andi juga berpesan kepada pengurus baru PSSI kelak untuk serius dan profesional dalam memperbaiki dan membangun kembali persepakbolaan di tanah air.

"Harus menyatukan kembali pihak-pihak yang bertikai, menyamakan persepsi bagaimana membangun sepakbola Indonesia, yang tidak cuma melibatkan pengurus tapi juga semua elemen dalam persepakbolaan itu sendiri," imbaunya.






(a2s/roz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com