DetikSepakbola
Jumat 04 Oktober 2013, 19:30 WIB

Ini Rahasia Sehat Keuangan Persib

- detikSport
Ini Rahasia Sehat Keuangan Persib ANTARA/Syaiful Arif
Jakarta - Hampir 90 persen klub yang bernaung di PSSI memiliki masalah persolaan tunggakan gaji. Namun hanya sedikit yang terbebas dari persoalan tersebut, salah satunya Persib.

Hal itu diakui Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dalam acara diskusi bertajuk \\\"Pengelolaan Keungan bagi Klub dan Pesepakbola Profesional\\\", di Bloeming Cafe, FX Plaza, Senayan, Jakarta, Jumat (4\/10\/2013).

Klub berjulukan\\\"Maung Bandung\\\" itu tak pernah ada dalam daftar klub yang menunggak gaji para pemainnya, juga relatif jarang diberitakan kesulitan keuangan. Di jersey<\/em> mereka juga berderet-deret logo sponsor, sehingga dalam sebuah lelucon, seorang petinggi mereka sempat mengatakan bahwa kostum Persib sudah seperti baju pebalap mobil\/motor.

Kesuksesan Persib menjadi salah satu klub yang paling kuat finansialnya tentu bukan tanpa cara. Direktur Marketing PT. Persib Bandung Bermartabat, M. Farhan mengatakan, kesuksesan klub yang dinaunginya itu tak lepas dari kinerja tim marketingnya.

\\\"Tim saya ada 12 orang, mereka itu bukan orang yang suka atau fans terhadap Persib. Mereka justru tidak peduli apakah Persib nanti kalah atau menang,\\\" tutur Farhan dalam diskusi tersebut

Hal itu dilakukannya bukan tanpa sebab. Ia mengatakan, orang yang tidak menyukai Persib justru akan lebih menguntungkan secara materi, ketimbang tim diisi dengan orang-orang yang fanatik terhadap klub.

\\\"Kalau marketing yang suka sama klub akan menjual potensi fans dengan hati, kalau yang tidak, pasti beda. Mereka akan lebih tega, mereka tidak segan-segan menaikkan nilai kontrak Persib di hadapan klien,\\\" katanya.

\\\"Bisa saja yang nilai kontraknya, aturan 5 miliar, misalnya. Hanya satu miliar, ya daripada klubnya tidak dapat duit. Jadi terima saja penawaran klien. Kalau yang bukan fans pasti akan tetap ngotot untuk menaikkan harga.\\\"

Tak hanya itu, fans juga disebut-sebut sebagai faktor utama lain untuk menaikkan pemasaran. Namun, untuk yang satu ini, sebelumnya ia melakukan survei terlebih dulu untuk mengetahui potensi fans yang ada, sebelum akhirnya ditawarkan kepada sponsor.

\\\"Per tahun kami menyiapkan dana sebesar Rp 600 juta untuk tim survei. Ini untuk mengetahui siapa fans kita? profilnya mereka bagaimana? Apakah cocok dengan sponsor atau tidak, dan lain sebagainya,\\\" katanya.

Hasilnya pun terlihat. Farhan mengatakan, Bandung sampai saat ini masih menjadi pangsa pasar yang besar untuk Persib, di samping Cianjur dan Garut. Sementara di luar kota Bandung, Jakarta dan Surabaya juga memiliki minat besar terhadap Persib.

\\\"Kota-kota inilah yang berpeluang mendapat uang dari fans.\\\"

Terakhir, hal yang perlu diperhatikan adalah dalam pembelian pemain. Menurutnya, pembelian pemain harus disesuaikan dengan finansial klub. Setidaknya, belanja pemain harus selalu di atas 70 persen dari pendapatan klub.





(mcy/a2s)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed