"Jujur kami memang melakukan satu blunder. Tapi apapun hal tersebut, pelatih pasti memiliki satu alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi," katanya kepada detiksport.com, Sabtu (6/9/2008).
Iwan menjelaskan, blunder yang dilakukan dengan menarik Harianto dan menggantinya dengan Suswanto, hanya semata-mata karena alasan teknis. Menurutnya, pelatih melihat Harianto, yang belum pulih 100% dari cederanya, tampak terlalu letih hingga memutuskan memasukkan pemain baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor fisik pemain yang tidak prima, juga disebutkan oleh Iwan sebagai penyebab timnya gagal mengamankan kemenangan. "Mungkin ini imbas dari bulan puasa," ujar Iwan.
Selain adanya kesalahan dalam melakukan pergantian pemain, Iwan juga mengatakan penyebab timnya gagal meraih kemenangan adalah banyaknya pemain inti yang tidak bisa diturunkan.
Setidaknya lima pemain pilar Persik tidak dapat diturunkan dalam pertandingan tersebut. Mereka adalah Legimin Raharjo, M. Robi serta Markus Horison yang mengalami cedera, Danilo Fernando yang menjalani hukuman akumulasi kartu kuning, serta Mahyadi Panggabena yang belum fit setelah pulang kampung akibat ayah kandungnya meninggal dunia.
Sementara Pelatih PSM, Raja Isa, mengaku sangat puas dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya. Apalagi ini hasil imbang ini didapat dilaga pertama dia menjadi pelatih "Juku Eja" pekan lalu.
"Saya hanya bisa ucapkan Alhamdulillah. Ini hasil yang sangat memuaskan, dengan segala persiapan kami yang mepet," kata Raja Isa.
Soal keberhasilan timnya menahan tuan rumah, mantan pelatih Persipura Jayapura itu menyebut besarnya kontribusi dari dua pemain junior yang diturunkannya, Rahmad Latif dan Jayusman.
"Mereka pemain U-21 yang ternyata bisa sepadan dengan seniornya. Semoga ini bisa menjadi aset berharga bagi Indonesia," tegas pelatih asal Malaysia tersebut.
(din/ian)











































