Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 1-2 buat PKT Bontang itu, kepimpinan wasit Suprihatin dinilai berat sebelah. Usai peluit akhir dibunyikan, pendukung tim tuan rumah, Aremania, pun menghambur ke lapangan dengan melompati pagar pembatas untuk mengejar wasit.
Bukan hanya Aremania yang tidak puas dan memburu wasit. Para ofisial dan pemain Arema juga terlihat ikut berusaha mengejar wasit untuk melampiaskan kekecewaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai memukul, Kurnia ganti dikejar Brimob dan Dalmas. Namun, Kurnia sukses berlindung pada Aremania lain yang ikut turun ke lapangan. Setelah itu wasit pun berhasil dibawa masuk ke ruang ganti.
Masih kecewa, Aremania lantas melampiaskan kekecewaaan dengan merusak reklame yang ada di tepi lapangan. Amukan ini juga mengakibatkan satu korban luka, yakni ketua Panpel Arema Muhammad Muklis yang coba menenangkan situasi.
Muhammad Muklis terkena lemparan sehingga bagian kepala depannya bocor dan pingsan. Alhasil dia pun harus dibopong ke rumah sakit.
Situasi kacau di dalam stadion tak berlangsung lama. Setelah diinstruksikan meninggalkan lapangan, para Aremania pun meninggalkan lokasi.
Kekecewaan atas kepimpinan wasit juga diakui oleh pelatih Arema Khusnul Yakin. "Wasit cenderung merguikan Arema dengan ketidategasan untuk memberikan sanksi kepada pemain PKT," ucapnya usai pertandingan.
Emosi kubu tuan rumah dipicu oleh gol kedua PKT Bontang yang dibuat James Debbah. Saat itu asisten wasit dinilai sengaja tidak mengangkat bendera offside.
(krs/ian)










































