Laga dihentikan sekitar menit 70 atau tepatnya setelah Marcio Sousa mencetak gol ketiga tim tamu yang membuat kedudukan berubah menjadi 3-1. Saat itulah penonton mulai menghujani batu dan botol minuman ke arah pemain dan bench Persela di Stadion Andi Matalatta, Makassar, Senin (15/9/2008).
Kericuhan ini menyebar di dalam stadion ke bagian penonton di tribun terbuka. Penonton yang kecewa merusak pagar pembatas stadion sementara jala gawang ikut disobek-sobek. Logo sponsor di pinggir lapangan pun jadi korban keganasan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya kekacauan uga tak berlanjut di luar stadion. Meski sebagai perusuh masih menimpuki stadion dengan batu namun aksi anarki mereka tak dilampiaskan pada sarana dan prasarana umum, mobil-mobil yang parkir di sekitar stadion pun aman dari sasaran kerusuhan.
Setelah satu jam laga akhirnya dilanjutkan. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, anggota kepolisian dan Polisi Militer membentuk pagar betis yang mengelilingi lapangan.
Tak ada gol tercipta di sisa waktu pertandingan yang membuat skor bertahan di angka 3-1 untuk keunggulan Persela. Ketiga gol tim tamu sebelumnya dicetak Fabiano di menit 20, aksi bunuh diri Jayusman dan gol Marcio Sousa yang kemudian berbuntut kerusuhan.
Sedangkan gol semata wayang skuad besutan Raja Isa hadir dari eksekusi penalti Julio Lopez lima menit sebelum turun minum.
(lin/din)











































