Arema Siap Hadiri Panggilan Komdis

Arema Siap Hadiri Panggilan Komdis

- Sepakbola
Selasa, 16 Sep 2008 16:53 WIB
Malang - Arema Malang siap menanggapi panggilan Komdis PSSI pasca insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan selesai laga Arema menjamu PKT Bontang hari Sabtu (13/9/2008) lalu.

Komdis secara resmi telah melayangkan surat panggilan kepada empat orang yaitu manager Arema Eko Yono, pelatih kiper Kurnia Mega, kiper cadangan, dan Ketua Panpel Arema M. Mukhlis untuk mendengarkan sanksi bakal diberikan Komdis pada mereka besok.

"Empat orang dipanggil itu siap untuk mengklarifikasi insiden yang terjadi dengan menyampaikannya pada Komdis besok di Jakarta," kata Humas Arema Malang M.Taufan ditemui wartawan di mess Arema, Jalan Panderman, Kota Malang,Selasa (16/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Taufan, keempat orang yang dipanggil Komdis bersamaan akan mengklarifikasi serta membawa bukti-bukti fakta terjadi di Stadion Kanjuruhan yang dilampirkan dalam surat protes diberikan pada BLI.

"Kita menilai kepemimpinan wasit tidak ada singkron dengan kedua asisten wasit. Akibatnya muncul insiden itu," imbuh Taufan.

Protes ini dilakukan karena insiden terjadi setelah pertandingan berakhir dan murni merupakan bentuk kekesalan atas kepemimpinan wasit, bukan karena Arema kalah.

Aremania masih menjalani sanksi dua tahun berupa larangan memakai atribut tim saat menonton pertandingan di stadion, sebagai buntut dari kerusuhan yang diciptakannya di Kediri musim lalu.

Taufan juga menegaskan bahwa bukan Aremania yang melakukan perusakan papan reklame di pinggir lapangan. Tapi mereka adalah penonton pertandingan Arema melawan PKT Bontang.

"Kalau pakai atribut Aremania itu baru Aremania. Tapi mereka tidak mengenakan atribut saat insiden terjadi," elak Taufan.

Sementari itu Ketua Panpel Arema M. Muklis kondisinya sudah membaik kendati belum dapat beraktivitas secara penuh. (bdh/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads