Ronny mulai berjuang menghadapi kanker semenjak akhir tahun lalu. Medio Desember 2008 olahragawan terbaik nasional 1976 dan 1981 tersebut divonis kanker liver karena kesibukannya mengurusi sepakbola.
Sejak beberapa bulan sebelumnya, Ronny memang sudah disibukkan dengan pelbagai kegiatan terkait dengan jabatannya sebagai direktur Pembinaan Usia Muda PSSI. Perhelatan Liga Remaja U-15, agenda Timnas U-17 ke AFF, acara Timnas U-16 di Pra Piala Asia, seleksi Timnas U-16 untuk proyeksi Uruguay, serta pentas Liga Remaja U-18 adalah event-event yang saat itu ditangani Ronny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerusan kanker di badan Ronny rupanya juga sudah sedemikian parah bahkan memasuki stadium empat. Alhasil mantan pemain sepakbola yang memulai karirnya bersama PSM Junior (1966) dan PSM Makassar (1968-1976) itu harus menjalani perawatan di luar negeri.
Adalah Rumah Sakit Buddha di Guangzhou, Cina, yang jadi tempat pengobatan. Alasan pemilihan itu dikarenakan rumah sakit tersebut tercatat sebagai pusat perawatan kanker terkemuka di Asia. "Saya yakin sembuh," katanya saat itu.
Di sana diketahui kalau kanker yang semula menggerogoti pankreas sudah merambah ke bagian lever, sebelum dipastikan ikut menghancurkan tulang belakang dan paru-paru Ronny. Juga ditemukan cairan di dalam rongga paru-parunya.
Tim dokter lantas memutuskan menyedot cairan kanker di paru-paru dan tulang belakang Ronny. Penyedotan cairan itu dilakukan dua kali, dengan menyedot 650cc cairan pada operasi pertama, dan 350cc pada operasi kedua yang dilakukan Agustus 2008 lalu. Ronny kemudian diberi izin pulang ke Indonesia dengan catatan menjaga kondisi.
Setelah menyambangi Makassar untuk bertemu keluarga besarnya, Ronny kembali menjejak ibukota Jakarta Senin, (15/9/2008). Namun, kondisinya menurun dengan cepat. Sejak Selasa, (16/9/2008), anggota tim monitoring Badan Tim Nasional (BTN) PSSI tersebut malah harus dirawat di Omni Medical Centre --eks RS Ongkomulyo-- Jakarta Timur.
Perjuangan Ronny untuk terus mengembangkan sepakbola Indonesia akhirnya harus berakhir Jumat, (19/9/2008), pukul 13.30 WIB. Di RS Omni Medical Centre, sang legenda menghembuskan nafas terakhirnya.
Mendiang meninggalkan tiga orang anak dari hasil pernikahannya dengan Stella Maria, yakni Robbeno Pattrick Pattinasarani (Benny/30), Hendry Jacques Pattinasarani (Yerry/28), dan Tresita Diana Pattinasarani.
Selamat jalan, Bung Ronny.
(krs/a2s)










































