Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang pendukung Persitara, Dian Rusdiana (16), menjadi korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal usai mendukung timnya berlaga di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (20/9/2008) malam.
Ia sempat dibawa ke rumah sakit dan diperbolehkan pulang keesokan harinya, Minggu (21/9/2008) karena pihak dokter menyatakan tak ada masalah. Namun, Dian akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 18.00.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, kita kemarin dengar bahwa ada seorang suporter Persitara diserang oleh sekelompok orang tak dikenal di pintu tol Lebak Bulus. Kita sudah koordinasikan kasus ini dengan pihak kepolisian. Kesimpulannya, ini adalah tindakan kriminal," tandas Djoko kepada detiksport.
"Ini adalah murni kasus kriminal. Pihak Polda Metro Jaya akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Kita tak mau kasus ini membuat masyarakat suporter secara keseluruhan ternoda akibat ulah sekelompok oknum di luar kelompok suporter," tegasnya.
Ini bukan pertama kalinya seorang suporter klub tewas seusai mendukung timnya berlaga. Beberapa bulan lalu, salah seorang fans Persija, Fathul Mulyadin, tewas dalam keributan antar suporter di Senayan pada putaran Final Liga Indonesia musim 2007/08.
Untuk mencegah insiden serupa terulang lagi, Djoko pun mengimbau kepada seluruh kelompok suporter untuk mengorganisir anggotanya. Dengan komunikasi yang intens, diharapkan keamanan suporter akan lebih terjamin.
"Pertama, memang pengawasan terhadap aktivitas suporter di luar stadion adalah sesuatu yang tidak mudah. Kita harap koordinator suporter serta pimpinan wilayah-wilayah melakukan komunikasi yg lebih intens kepada angota-anggotanya."
"Kami harus sampaikan bahwa ini berlawanan dengan spirit kelompok suporter yang sebenarnya. Pada dasarnya seluruh kalangan kelompok suporter yang terdiri dari berbagai umur dan profesi tidak menyukai hal ini. Jadi, jangan sampai ulah sekelompok orang menodai spirit kelompok suporter," pungkasnya.
(roz/arp)










































