Ratusan pendukung Persija terlihat memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (21/9/2008) malam WIB. Menggunakan berbagai atribut oranye mereka berpesta merayakan kemenangan 1-0 yang diraih Bambang Pamungkas dkk.
Namun kemenangan Persija semalam bisa berlanjut dengan datangnya sanksi lain bagi mereka dari Polda Metro Jaya. Itu terkait pembangkangan terhadap Surat Ijin yang dikeluarkan Polda Metro Jaya bernomor SI/Yanmin/539/IX/2008/BAINTELKAM tertanggal 22 September 2008 yang memberi izin menggelar laga di GBK dengan catatan bersih dari atribut dariΒ pendukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah Polisi yang bertugas mengamankan pun hanya berjaga-jaga, tidak terlihat mereka memberi teguran apalagi melarang.
Keterlambatan datangnya surat ijin tersebut ditengarai menjadi sebab kenapa The Jak masih membandel dengan datang ke stadion sambil membawa atribut kebanggaannya. Ini mungkin bisa dimaklumi lantaran surat yang ditandatangani oleh Kombes Polisi Edi Janto tersebut baru datang pukul 16.00 WIB, sementara pertandingan dimulai sekitar 20.30 malam.
Kondisi ini jelas tidak memungkinkan pihak The Jak mengeluarkan himbauan pada pendukungnya untuk tidak membawa atribut oranye. Padahal masa pendukung Persija berjumlah sangat banyak dan datang dari seluruh penjuru Ibukota.
"Larangan penggunaan atribut justru semakin melukai mereka, karena buat suporter, atribut itu adalah kebanggan. Jadi mereka nggak bisa melarang penggunaan atribut," ungkap asisten Manajer Persija Jakarta, Ferry Indra Syarief. (lin/din)











































