Dua kekalahan Indonesia atas Myanmar terjadi di Grand Royal Challenge Cup. Setelah tumbang 1-2 di fase grup, padea laga final pasukan 'Merah Putih' juga dipaksa bertekuk lutut dengan skor yang sama.
Menyusul hasil undian Piala AFF yang menempatkan Indonesia dan Myanmar di Grup A, peluang untuk membalaskan kekalahan tersebut jelas terbuka lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekad membalaskan dendam pada Myanmar juga tertanam di benak Firman Utina. Misi pribadinya adalah membukukan gol dalam laga tersebut.
"Insya Allah, dalam setiap pertandingan setiap pemain punya tekad untuk mencetak gol, apalagi ini pertandingan perdana melawan Myanmar," sahut Firman. "Alhamdulillah sekarang ini fit semua. Mudah-mudahan ini besok nanti menjadi motivasi kita untuk memenangkan pertandingan, apalagi melawan Myanmar."
Kekalahan Indonesia atas Myanmar beberapa waktu lalu sangatlah mengejutkan mengingat skuad Merah Putih sebelumnya kerap menjadikan negara tersebut lumbung gol. Hal tersebut diakui Ponaryo Astaman yang menyebut kalau skuad besutan Beny Dollo sesungguhnya punya kemampuan teknik yang lebih baik.
"Sebenarnya kita secara individu, kita di atas mereka. Tapi yang perlu diwaspadai adalah karakter mereka, semangat juang mereka yang boleh dibilang sangat tinggi. Itu yang harus kita waspadai," terang Ponaryo
"Sebisa mungkin tidak, saya akan berkonsentrasi penuh pada Timnas".Lanjut Ponaryo ketika ditanya kondisi anaknya yang sedang sakit, apakah akan mempengaruhi konsentrasinya di Timnas," sahut gelandang Persija Jakarta itu saat disinggung soal kekhawtiran kalau kondisi sang anak yang sakit akan mempengaruhi performa di atas lapangan. (din/krs)











































