Thailand bukan cuma lebih hebat karena empat tropi Piala AFF yang sudah mereka menangi. Dalam beberapa pertemuan terakhir di berbagai ajang berbeda, Pasukan Merah Putih juga lebih sering kandas di kaki Tim Gajah Putih.
Menyusul kekalahan 0-2 atas Singapura di pertandingan terakhir fase grup, Bendol pun menerima banyak kritikan. Jelang pertarungan hidup-mati menghadapi Thailand di leg pertama laga semifinal, dia meminta seluruh rakyat Indonesia mendukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persiapan kami sungguh minim. Waktu yang diberikan (jeda pertandingan) sangatlah singkat. Saya bukan tukang sulap yang bisa membuat tim menjadi bagus dalam waktu singkat," sambung dia.
Saat menghadapi Singapura, Indonesia sesungguhnya tampil dominan dan lebih mengausai jalannya pertandingan. Namun ketidakmampuan dalam penyelesaian akhir akhirnya mengantar sang juara bertahan memetik kemenangan 2-0.
"Para pemain saya akui sangat lemah dalam shooting power dan endurance. Bahkan saat kehilangan bola di lapangan tengah, mereka malah jogkok saja dan tidak berlari," ucapnya sambil tertawa kecil mengkritik perfoma anak didiknya.
Bendol juga menolak kalau pemainnya dianggap punya beban yang besar saat menghadapi Thailand karena akan bernmain di depan pendukung sendiri. Menurutnya, baik Indonesia maupun Thailand punya tekanan yang relatif sama.Β
"Speed dan power mereka bagus. Selalu berusaha merebut bola saat kehilangn. Attacking mereka sangatlah batgus.Β Tapi kedua kedua tim punya beban yang sama," pungkas dia.
(din/roz)











































