Untuk lolos ke laga puncak, Indonesia harus menang dengan selisih minimal dua gol. Beban bertambah karena leg kedua dimainkan di Thailand, Sabtu (20/12). Bambang menilai, Thailand memang kuat tapi bukannya tidak tersentuh.
"Thailanda memang tim terkuat di Asia Tenggara. Namun bukan berarti mereka tidak bisa dikalahkan. Mereka bukanlah tim-tim kuat Asia macam Jepang atau Korea, dan Eropa," ungkap Bambang, pelatih PSIS Semarang, ketika dihubungi detiksport, Rabu(17/12/2008)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana kita mau menang? Boleh kita punya semangat juang tinggi, tapi bila kita tidak punya kedua itu, maka percuma saja. Bila anak-anak mau meningkatkan wawasan dan kecerdikan mereka, saya yakin Thailand masih bisa kita kalahkan," sambungnya
Menurut Bambang, performa Indonesia melawan Thailand, Selasa (16/12) adalah suatu 'puncak'. Thailand dinilainya mempunyai taktik yang lebih baik dan serangan terancang dengan sempurna, dibandingkan dengan Charis Yulianto cs yang selalu melakukan segalanya dengan spekulatif dan tidak terancang dengan apik.
Faktor fisik dan mental juga dinilainya menjadi masalah utama. "Kemarin itu klimaks nya. Mereka sudah tidak bisa apa apa. Fisik dan mental mereka sudah drop dari awal karena mendapat lawan yang kuat dan bermain di depan publik," tandas mantan pelatih Arema Malang itu.
"Thailand saya lihat bermain sangat bagus, wawasan mereka luas dan organisasi permainan mereka baik. Sedangkan serangan kita dilakukan secara sporadis, tidak ada yang terbangun dengan rapih," tandas Banur.
(arp/din)











































