Sejarah baru Piala AFF sebentar lagi mungkin akan tercipta. Thailand yang sebenarnya relatif lebih diunggulkan untuk meraih trofi yang dahulu bertitel Tiger Cup ini tersungkur 1-2 dari Vietnam di kandang sendiri. Peluang besar pun
kini berada pada Vietnam untuk meraih kemenangan.
Selama ini prestasi terbaik Vietnam di Piala AFF hanyalah menjadi runner-up pada tahun 1998. Kala itu, meski bertindak sebagai tuan rumah, Nguyeng Hong Son cs malah takluk 0-1 dari Singapura di final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, peluang besar tengah ditatap oleh pasukan "Bintang Emas", namun Castillo mengingatkan satu hal agar timnya bisa mengukir sejarah. "Kami sangat dekat dengan trofi juara, namun jika kami terlena dan hilang konsentrasi, itu akan menjadi masalah," tukas pelatih asal Portugal ini seperti dilansir situs resmi turnamen.
"Saya belum menyentuh trofi itu. Ini harus menjadi momen yang tepat. Sekarang, kami harus fokus pada pertandingan. Di sepuluh laga terakhir kami hanya kalah sekali, sekarang kami hanya tinggal menyelesaikan satu pertandingan lagi," sambungnya.
Sementara Vietnam tengah menatap sejarah, Thailand siap menggagalkan asa musuhnya untuk kemudian meraih trofi Piala AFF yang keempat. Pelatih Peter Reid pun mewanti-wanti skuadnya agar memperbaiki kesalahan pada laga pertama.
"Kami telah bermain melawan mereka tiga kali dan kami tidak pernah menganggap remeh mereka. Saya pikir kami lebih baik saat di Bangkok, namun kami kalah. Kami membuat beberapa kesalahan di pertahanan," tukas Reid.
"Tentu saja, ada kekecewaan yang besar seusai pertandingan (leg pertama). Namun sekarang mereka sangat mantap dan memiliki pekerjaan untuk dilakukan. Mereka hanya butuh fokus," pungkasnya.
Pertandingan final antara Vietnam dan Thailand akan dilangsungkan di My Dinh National Stadium, Hanoi, Minggu (28/12/2008).
(roz/roz)











































