Ketika Hanoi Bergemuruh

AFF Suzuki Cup

Ketika Hanoi Bergemuruh

- Sepakbola
Senin, 29 Des 2008 14:18 WIB
Ketika Hanoi Bergemuruh
Hanoi - Sepuluh ribu orang berpesta memenuhi jalan-jalan di kota Hanoi. Semuanya bergembira menyambut kesuksesan tim nasional Vietnam menjuarai turnamen Piala AFF, titel internasional pertama mereka.

Vietnam tampil sebagai juara baru di kawasan ASEAN usai bermain imbang 1-1 dengan Thailand di My Dinh National Stadium semalam. Ucapan terima kasih bisa disematkan kepada Le Cong Vinh yang mencetak gol di menit akhir pertandingan. Sundulannya membuat seisi stadion pun bergemuruh.

Sepuluh tahun silam, Vietnam sebenarnya sempat mencapai babak final Piala AFF (yang kala itu bernama Piala Tiger). Tetapi, mereka harus menelan pil pahit melihat Singapura, sang lawan, yang akhirnya mengangkat trofi juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenangan itu akhirnya bisa terhapus kini, berganti dengan hiruk pikuk selebrasi para punggawa tim nasional dan seluruh pendukungnya. Atas keberhasilan ini, pelatih Henrique Calisto pun memuji seluruh anggota skuadnya yang ia sebut bermain dengan semangat pantang menyerah.

"Saya merasa sangat bahagia saat ini. Kami akan mengadakan selebrasi secara privat dengan para pemain dan siapapun yang dekat kami," ujarnya dalam konferensi pers seusai laga. "Perbedaan pada tim ini adalah mereka percaya pada diri mereka sendiri dan selalu berjuang sampai akhir."

Ketatnya pertandingan final pun juga tergambar dari ucapan pelatih Thailand, Peter Reid. Ia mengakui, bahwa timnya dipaksa untuk terus bermain di level tinggi hingga akhir pertandingan.

"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit sampai menit akhir. Kekalahan ini merupakan sebuah kejutan yang kejam, tetapi saya berharap kami bisa belajar dari hal ini," tandasnya.

Titel ini merupakan gelar juara pertama bagi The Golden Star di level internasional. Sebelumnya pada tahun 2007, Vietnam juga menorehkan prestasi yang bisa dibilang lumayan, yakni lolos hingga babak perempafinal Piala Asia. Kala itu mereka ditaklukkan Irak--yang akhirnya menjadi juara--dengan skor 0-2. Β 

Jadi, wajar apabila kemudian kota Hanoi kemudian dipenuhi berbagai selebrasi. Lautan manusia bersepeda motor mengelilingi kota Hanoi, dan mereka bertemu di jalan-jalan protokol di dalam kota, memadati Hanoi yang malam itu diguyur hujan gerimis.

Tidak hanya jalan protokol, jalanan sempit pun dipenuhi manusia. Mereka keluar rumah dengan membawa teko, panci, penggorengan, lembaran seng atau aluminium untuk dipukul-pukul agar mengeluarkan suara gaduh. Di beberapa perempatan jalan, masyarakat memukul-mukul drum. Mereka berteriak-teriak histeris, "Hidup Vietnam, hidup Vietnam."

====

*I Nyoman Gurnitha adalah WNI yang bekerja KBRI di Hanoi.


(roz/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads