Pada laga uji coba melawan Pelita Jaya U-21, Jumat(9/12/09) sore WIB, timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan 3-1. Pada pertandingan tersebut Bendol memakai formasi 4-3-3 pada kedua babak.
Pada laga uji coba dua hari lalu, melawan Africa Selection, Bendol sebenarnya tidak memakai pakem 4-3-3. Namun, terlihat gaya permainan "Merah Putih" di laga yang berakhir imbang tanpa gol itu mengarah ke formasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang saya akui di babak pertama strategi tak berjalan dengan mulus. Tapi saya puas akhirnya strategi berjalan dengan baik di babak kedua. Dan memang diakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, namun saya pastikan formasi ini (4-3-3) yang akan dipakai di Oman nanti," ujar Bendol kepada para wartawan seusai uji coba.
Penyakit lama timnas kambuh lagi, walaupun memenangkan pertandingan dengan tiga gol, namun mereka harus kebobolan satu gol dan membuang banyak peluang. Bagi mantan pelatih Arema Malang ini, untuk memperbaikinya bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.
"Kita hanya mendapat lima peluang pada pertandingan tadi dan tiga yang menjadi gol. Itu bagus, namun tidak bisa menjadi patokan. Untuk menyembuhkannya, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan," tandasnya. "Gol Pelita seharusnya tidak terjadi, namun itulah resiko bila kita memakai strategi counter attack."
Bendol pun tidak mau berkomentar banyak mengenai permainan cenderung kasar dari Arif Suyono yang berujung dikartu-merahnya pemain Arema Malang itu.
"Ya, saya sih tidak bisa bilang apa-apa. Memang permainan ngotot seperti itu bagus, namun tidak bisa dipakai bila kita berlaga di pertandingan Internasional," tutup Bendol.
Indonesia patut waspada kepada Oman. Pasalnya, mereka berhasil mengalahkan juara Piala Asia 2007, Irak, dengan skor telak 4-0 pada pertandingan Piala Teluk 2009 yang berlangsung di Muscat, ibukota Oman. Pertandingan Indonesia melawan Oman akan berlangsung pada 19 Januari mendatang.
(roz/roz)










































