APPI sebenarnya sudah mulai dibentuk sejak bulan Mei tahun 2008 dan telah mendapatkan keanggotaan dari FIFPro (Asosiasi Pesepakbola Internasional) pada bulan November lalu dalam sebuah kongres di Santiago, Chile.
Meski sudah ada sejak hampir setahun, baru kali ini APPI mengeluarkan gaungnya. Mereka menyuarakan mengenai pentingnya koordinasi antara klub dan pemain dalam menjalankan klausul dari sebuah kontrak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana fungsinya, APPI juga merupakan wadah yang dikelola secara profesional untuk memberikan supporting dan konsultasi kepada pemain sepakbola profesional yang bermain di Indonesia.
"Dengan kehadiran APPI yang didukung oleh afiliasi internasional kami dengan bangga dapat mengumumkan bahwa hak-hak pemain dapat termonitor dan terlindungi."
"Di samping itu, organisasi kami juga ada untuk berpartisipasi dalam memajukan dan mengembangkan sepakbola Indonesia," ujar Presiden APPI Vennard Hutabarat dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (29/1/2009).
Vannard juga mengatakan bahwa ketika pada awalnya membentuk organisasi ini ia mendapat sambutan yang cukup baik dari pemain di klub-klub dan tim nasional. Meskipun mengaku masih ada beberapa kendala, Vennard yakin seiring berjalannya waktu APPI akan mampu menajalankan tugasnya dengan baik.
(roz/a2s)