Saat ini Persitara masih dilatih duet Dadang Iskandar dan Dodi Sahetapi yang memiliki lisensi B, sedangkan BLI menerapkan setiap pelatih yang melatih di LSI harus berlisensi A.
Tim yang bermarkas di Stadion Tugu ini sempat mengontrak pelatih asing asal Austria, Pikal Wofgang, usai putaran pertama. Namun BLI menemukan fakta bahwa Wofgang hanya berlisensi B UEFA -- sebelumnya ia mengaku mengantongi lisensi A UEFA. Akhirnya Wolfgang pun tidak jadi dikontrak untuk melatih Rahmat Rivai dkk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk hal ini Persitara tidak menyangkal dan menerima keputusan BLI. Mereka tidak punya data lain mengenai pelatih yang mereka tunjuk," ungkap direktur BLI, Joko Driyono, ketika dihubungi wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Senin (2/2/2009) WIB.
Ditambahkan Joko, Persitara sudah mempunyai tiga nama untuk diseleksi menjadi pembesut tim di sisa kompetisi musim ini. Namun pihak BLI tetap memberikan tenggat hingga 4 Februari mendatang untuk Persitara dapat memilih pelatihnya
"Persitara sudah punya tiga nama, tapi mereka tidak bersedia memutuskan dalam waktu dekat ini. Kami akan tetap menunggu hingga 4 FebruariΒ Bila tidak ada, Persitara akan kena sanksi," tandas Joko.
Walaupun bakal ada sanksi yang dikenakan kepada Persitara, namun Joko enggan memberi tahu seperti apa hukuman yang akan diberikan. "Kita lihat nanti. Yang pasti akan ada sanksi bila Persitara tidak bisa memenuhinya."
(a2s/key)











































