Seperti diwartakan sebelumnya, Persitara terancam terkena sanksi dari BLI jika tidak memiliki pelatih berlisensi A sesuai regulasi yang ditetapkan.
Kepastian tim asal Jakarta Utara itu mendapat Dick sebagai pembesut tim hingga akhir musim dinyatakan oleh direktur BLI Joko Driyono, Rabu (4/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Joko, manajemen Persitara mempunyai dua opsi pelatih lain dan sudah dikonsultasikan ke BLI. Namun, akhirnya nama Buitellaar yang dipilih setelah melalui konsultasi dengan BLI.
"Dari senin lalu sudah ada konsultasi dengan kami mengenai tiga calon pelatihnya. Buitellaar dipilih dan dia mempunyai lisensi A sesuai dengan regulasi kami," lanjut Joko.
Ditambahkan Joko Persitara sesungguhnya sudah diberikan waktu hingga 23 Januari lalu untuk memiliki pelatih berlisensi standar BLI. Namun pengalaman buruk rahmat rivai dkk di awal musim ini dengan dua pelatih asing mereka, Richard Azrieg (Maroko) dan Jakcsen Tiago (Brasil) membuat manajamen sangat berhati-hati dan membutuhkan waktu lama untuk mengkontrak pelatih baru.
Terakhir, menyoal sanksi yang akan dijatuhkan, Joko memastikan kalau Persitara hanya akan diberi peringatan. Alasannya, BLI tidak menemukan adanya unsur kesengajaan dalam kasus.
"Sanksi tidak ada, karena tidak ditemukan indikasi pembangkangan oleh mereka terhadap peraturan BLI. Hanya peringatan saja yang kami berikan pada Persitara," tutup Joko.
(din/key)











































