Manajer Persitara itu mengatakan bahwa dulu dirinya adalah seorang bonek alias pendukung fanatik "Bajul Ijo". Ia pun mengistilahkan duel ini ibarat seperti "pulang kampung".
"Ya ini spesial buat saya. Ibaratnya, saya pulang kampung ke Surabaya. Soalnya 'kan dulunya saya bekas Bonek," ujar Gendhar kepada wartawan seusai acara pengundian babak 16 besar CDSSI di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini partai yang saya tunggu-tunggu. Saya dari awal ingin Persitara bertemu dengan dua tim, Persija atau Persebaya," tukasnya.
Menyoal peluang timnya bakal lolos atau tidak ke babak delapan besar, Gendhar mengatakan bahwa faktor pemain asing di kedua kubu membuat kans mereka sama.
"Dengan adanya tiga pemain asing yang mereka punya dan begitu juga kami, saya rasa peluang kami sama besarnya.β
Persebaya itu berbahaya bermain di sayap dan mereka punya dua pemain bagus di posisi itu, Anang Ma'ruf dan Mat Halil. Tim harus mewaspadai itu," imbuhnya.
Persitara di babak 24 besar sempat menemui kendala pada masalah keamanan dan kapasitas stadion Tugu yang hanya dapat menampung 3.000-4.000 penonton. Gendhar mengatakan, hal itu tak akan terulang lagi.
"Saya pastikan Persitara akan memakai Lebakbulus sebagai home base sebagai upaya untuk mengakomodir suporter Persebaya. Dan untuk masalah keamanan, kami akan membicarakan lebih lanjut lagi dengan pihak kepolisian setempat agar kejadian yang lalu tak terulang lagi," tukasnya.
Terakhir, ketika ditanya tentang target timnya di pergelaran Copa Dji Sam Soe edisi ke-4 ini, tanpa ragu ia menyebut semifinal. "Sudah harga mati, target kami adalah babak 4 besar," tutup Gendhar.
(a2s/a2s)











































