"Itu sudah menjadi keputusan dari komdis dan saya menghormatinya. Dengan lapang dada saya menerimanya. Saya tidak mau berpolemik, biarlah publik yang menilai," ujar Jacksen saat dihubungi wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (12/2/2009) sore.
Laga Persipura di kandang Persiwa pada 1 Februari lalu berakhir rusuh ketika ribuan suporter tuan rumah menyerbu ke lapangan untuk merayakan kemenangan timnya dengan skor 1-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kubu Persipura, selain Jacksen yang dijatuhi hukuman adalah pelatih kiper Jarot Supriadi. Ia didenda Rp 25 juta dan dilarang berada di bench pertandingan selama tiga bulan.
Dari pihak tuan rumah, Panpel Persiwa dikenakan sanksi denda sebesar Rp 20 juta karena dianggap tak mampu mengendalikan penonton. Pentolan suporter 'Tim Badai Pegunungan', Yori Rumbiak, dilarang memasuki stadion di penjuru Indonesia selama lima tahun karena menjadi biang kerusuhan.
Adapun manajer Persiwa, John R Banua, kembali lolos dari sanksi Komdis. Pada Selasa lalu dia dinyatakan tidak bersalah atas laporan bahwa dia ikut melakukan pemukulan dalam kericuhan tersebut.
Ini kali kedua Banua lolos dari hukuman. Tahun lalu Banua pernah mengacung-acungkan senjata api, dan bahkan sempat meletuskannya ke udara, saat terjadi kerusuhan dalam laga timnya melawan Arema Malang di babak delapan besar di Stadion Brawijaya, kediri.
(a2s/arp)











































