PSSI Tetap Harus Gelar Munas

PSSI Tetap Harus Gelar Munas

- Sepakbola
Selasa, 24 Feb 2009 17:03 WIB
PSSI Tetap Harus Gelar Munas
Jakarta - PSSI tampaknya tetap harus menyelenggarakan Musyawarah Nasional, yang memiliki kemungkinan akan adanya pemilihan kepengurusan baru, meski sudah menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa.

Diberitakan sebelumnya, Ketua PSSI Nurdin Halid menyatakan bahwa FIFA tidak meminta adanya pergantian pengurus yang biasanya dilakukan dalam Munas. Menurutnya, FIFA hanya meminta Indonesia menggelar Munaslub.

"Munaslub itu untuk meratifikasi statuta atau pedoman dasar baru yang sudah disetujui FIFA. Di Munaslub, dibutuhkan 2/3 suara setuju dari 629 peserta," ujar anggota Bidang Hubungan Luar Negeri PSSI Dali Taher di kantor PSSI Jakarta, Selasa (24/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti setelah statuta disetujui oleh anggota, lalu dikasihkan ke FIFA. Setelah FIFA oke, mereka akan memberikan instruksi kepada PSSI untuk menyelenggarakan Munas," terang Dali lagi.

Pernyataan Dali ini bertolakbelakang dengan pernyataan Nudrdin yang menyebut tak ada permintaan semacam itu dari FIFA. "Mungkin Pak Nurdin belum tahu tanggal Munas yang diminta FIFA kapan," kilahnya.

"Risikonya, bila kita tidak menyelenggarakan Munaslub, kita akan di-suspend dan tidak boleh ikut bidding tuan rumah Piala Dunia 2022," ujar Dali.

Piala Dunia 2022
Mengenai pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Dali menyebut bahwa AFC mendukung upaya negara-negara Asia membawa PD 2022 ke Benua Kuniing kembali.

"Qatar sulit (terpilih) karena negaranya kecil dan penduduknya hanya 250 ribu (orang). Pada bulan Juni, suhu di sana 40 derajat C, siapa yang mau main di sana," kata Dali.

"Sementara Jepang dan Korea (Selatan) sudah pernah (jadi tuan rumah). Jadi mungkin pesaing kuat kita adalah Australia," lanjut dia.

Dali menjelaskan bahwa PSSI akan mengirim proposal awal pada 16 Maret mendatang. Dalam proposal awal ini, persetujuan Pemerintah hanya cukup datang dari Menpora saja.

"Nanti setelah proposal awal dikembalikan, FIFA akan mengajukan kepada kita syarat-syarat yang diminta. Baru pada proposal selanjutnya, dibutuhkan persetujuan Pemerintah dalam hal ini Presiden," tutup Dali.

(arp/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads