PSSI Minta Maaf ke Kapolda Jateng

Penangkapan Pemain di Lapangan

PSSI Minta Maaf ke Kapolda Jateng

- Sepakbola
Rabu, 04 Mar 2009 15:03 WIB
Semarang - Hubungan PSSI dengan Polda Jateng yang sempat memanas belakangan akibat penangkapan dua pemain sepak bola di Solo pertengahan Februari lalu, akhirnya mencair. PSSI meminta maaf kepada Kapolda.

Hal itu terungkap saat PSSI datang ke Mapolda Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Rabu (4/3/2009). PSSI yang diwakili Andi Darussalam Tabusala (Ketua BLI), Hinca Panjaitan (Ketua Komdis), dan pengacara Togar M. Nero, bertemu langsung dengan Kapolda Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo.

Togar mengatakan PSSI meminta maaf atas komentar atau langkah-langkah yang diambil setelah kasus penangkapan dua pemain (Nova Zaenal dan Bernard Mamadou) dalam laga Persis versus Gresik United, Kamis (12/2) lalu. Menurut dia, komentar dan langkah PSSI bisa menimbulkan persepsi berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendukung langkah Kapolda dan berharap mendapatkan izin menggelar pertandingan di wilayah Jateng," kata Togar usai pertemuan.

Mengenai himbauan Kapolda dalam pertandingan Persijap vs PSMS, Minggu (15/2), PSSI tidak menganggap itu sebagai intervensi atau intimidasi di dunia sepak bola nasional. Namun diakuinya, PSSI memang mempunyai persepsi berbeda mengenai langkah itu.

Alex mengaku semua sudah clear. Adanya penangkapan dua pemain dan himbauan sebelum pertandingan, menunjukkan adanya persepsi yang berbeda.Β  "Sepak bola ada aturannya, tapi otoritas hukum negara harus ditegakkan," katanya.

Sekadar diketahui, PSSI sempat 'berang' karena pemain sepak bola ditangkap polisi saat bertanding. Kedua pemain itu juga sempat ditahan selama beberapa hari dengan tuduhan penganiayaan. PSSI menilai penangkapan itu merupakan intervensi dalam dunia olah raga, namun Kapolda tetap ngotot hal itu sah secara hukum. (try/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads