"Kita bentuk tim penyelidik khusus," kata Kapolres Bontang AKBP Armed Wijaya ketika dihubungi detiksport dari Samarinda, Senin (23/03/2009).
Seperti diketahui, Jumadi meninggal dunia di Rumah Sakit, Minggu (15/3/2009), pada setelah sepekan sebelumnya menderita cedera pasca bertabrakan dengan pemain Persela Lamongan, Denny Tarkas, dalam pertandingan ISL di Bontang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih kita rumuskan. Kalau informasi penyelidikan cukup kuat, tidak menutup kemungkinan kami jadikan penyidikan," ujar Armed.
Dikatakannya, alasan kepolisian untuk menyelidiki penyebab kematian Jumadi dikarenakan insiden terjadi di tengah lapangan sekaligus berada di wilayah hukum Bontang, sehingga mengharuskan kepolisian untuk mengambil tindakan sekaligus meredam opini yang beredar kalau kematian Jumadi diwarnai unsur kesengajaan.
"Akibat dari itu kan menimbulkan kematian. Meski tidak ada laporan dari keluarga korban (Jumadi), kami tetap harus bertindak sesuai protap (prosedur tetap)," tambah Armed.
Dengan koordinasi dengan Badan Liga Indonesia (BLI), Armed juga menambahkan pihaknya akan menjadikan informasi dari BLIΒ untuk mengeluarkan suatu kesimpulan. Disinggung lebih jauh apakah akan memanggil Denny Tarkas, Armed menilai belum perlu.
"Belum, kita belum perlu untuk memanggilnya (Denny Tarkas). Kita lihat saja perkembangannya," terang Armed.
(arp/roz)











































