PSSI Berulang Tahun ke-79

PSSI Berulang Tahun ke-79

- Sepakbola
Senin, 20 Apr 2009 00:24 WIB
PSSI Berulang Tahun ke-79
Jakarta - Organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) genap berusia 79 tahun. Peringatan ulang tahun ini digelar bersamaan dengan pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta.

Merayakan hari jadinya itu, PSS mengundang banyak pihak untuk mengikuti acara di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Minggu (19/4/2009), mulai dari pemerintah sampai perwakilan AFC dan FIFA.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB, antara lain dengan kumandang lagu Indonesia Raya, mars PSSI, dan mengheningkan cipta. Duduk di barisan depan undangan antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Ketua Umum KONI Rita Soebowo, dan sejumlah gubernur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid antara lain mengingatkan besarnya fungsi sepakbola bagi masyarakat Indonesia.

"Saya percaya sepakbola bisaΒ  menjadi falsafah untuk membangun kehidupan masyarakat Indonesia, juga sebagai alat juang yang luar biasa," demikian Nurdin.

Dalam kesempatan yang sama ia juga menyinggung visi 2020, yang mana direncanakan pihaknya sebagai momen penting bagi dunia sepakbla di tanah air.

"Visi 2020 ini bertujuan memodernisasi dan industrialisasi, untuk memajukan sepakbola moderen di Indonesia," tukasnya.

Acara yang dimeriahkan sejumlah artis ibukota seperti Andra & The Backbone, Mulan Jameela, dan Pinkan Mambo ini ditandai dengan peniupan lilin di atas kue ulang tahun oleh Nurdin.

Digagas oleh Ir. Soeratin, PSSI berdiri pada 19 April 1930, atau 15 tahun sebelum Indonesia merdeka. Dalam perjalanan panjangnya organisasi ini mulai bergabung sebagai anggota FIFA pada 1952 dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) pada 1954.

Dari catatan wikipedia, PSSI sudah dipimpin oleh 14 figur. Mereka adalah Soeratin (1930-1940), Artono Martosoewignyo (1941-1949) , Maladi (1950-1959), Abdul Wahab Djojohadikusumo (1960-1964), Maulwi Saelan (1964-1967) , Kosasih Poerwanegara (1967-1974), Bardosono (1975-1977), Moehono (1977), Ali Sadikin (1978-1981) , Syarnoebi Said (1982 – 1983), Kardono (1983-1991), Azwar Anas (1991-2000) , Agum Gumelar (2000-2004), dan Nurdin Halid (2004- sekarang)
(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads