Bangkit dari kebobolan gol pertama untuk memimpin 2-1, Arema urung memperoleh kemenangan. Kegagalan mengantisipasi set piece tim lawan menjadikan gawang mereka dijebol Fabio Lopez di masa injury time.
Kepada wartawan usai pertandingan, Gusnul menyayangkan posisi kiper Dadang Sudrajat yang terlalu jauh meninggalkan gawangnya, sehingga sundulan Morales sulit ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diuraikan Gusnul, anak-anak asuhannya kurang bisa menempatkan posisi bola dengan baik, sehingga muncul kesalahan-kesalahan merugikan Arema.
"Komposisi pemain-pemain Persija sangat jauh diatas kami. Mereka sangat profesional. Penempatan bola dan pressing yang bagus membuat pemain kami kewalahan," ungkapnya.
Sementara itu pelatih Persija Danurwindo tak bisa lebih puas lagi dengan hasil seri ini. Alasannya, "Macan Kemayoran" sudah bermain dengan 10 orang sejak menit 16, menyusul kartu merah yang dilayangkan wasit kepada bek Pierre Njanka. Persija bahkan menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain, setelah Greg Nwokolo diusir dari lapangan menjelang bubaran.
Terkait gol kedua Arema yang dicetak Buston Brown, Danur sebenarnya merasa heran karena bola berasal dari tendangan fair play. Bukannya memberi pada tim lawan, Brown malah terus menguasai bola dan menceploskannya ke jala Hendro Kartiko.
Gol tersebut menjadi kontroversial dan membuat para pemain Persija sempat melakukan protes, sehingga pertandingan sempat terhenti sekitar tiga menit. Akan tetapi wasit Siator Ambarita tetap mengesahkan gol itu.
"Kami terima semua keputusan wasit, termasuk mengartu merah dua pemain kami," ujar Danurwindo.
(bdh/a2s)










































