Hal tersebut diungkapkan Widodo dalam jumpa pers seusai pertandingan yang dimenangi Persik dengan skor 1-4 itu di press room Stadion Brawijaya, Senin (27/4/2009).
"Inilah jadinya kalau kami menjadi korban jadwal pertandingan. Tidak hanya di lini tengah, tapi hampir di setiap lini kami tidak dapat bermain maksimal," kata Widodo dengan nada ketus.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang lebih menyakitkan, semua pertandingan itu live. Jujur kami tidak busa berbuat apa-apa dengan kondisi ini, dan kalau ditanya siapa yang harusnya disalahkan tentunya pengatur jadwal dalam liga di Indonesia," imbuh Widodo.
Di balik sikapnya menyalahkan BLI, mantan pelatih Gresik United tersebut sangat menyanjung permainan anak asuhnya yang diangap sangat memuaskan. "Tapi sayang tidak akan ada gunanya, dan meskipun kami bermain dengan 12 pemain pasti tetap akan kebobolan," ujarnya.
Secara terpisah, pelatih Persik Kediri Aji Santoso mengaku bangga dengan kemenangan yang direngkuh anak asuhnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut didapatkan melalui kerja keras dan kecerdikan dalam memanfaatkan faktor kelelahan fisik lawan.Β
"Sejak awal saya memang sudah membidik fisik Persla Lamongan yang sangat drop. Tapi secara keseluruhan, saya juga bangga dengan permainan anak-anak yang tetap ngotot sampai akhir," kata Aji.Β
Meski kemenangan besar tersebut diraih melalui permainan apik anak asuhnya, Aji mengaku tetap akan merombak formasi permainan di pertandingan selanjutnya. "Tidak ada kuncinya saya akan terpaku dengan satu formasi. Yongki hari ini bermain baik dan semakin matang, namun bukan berarti dia akan tetap saya mainkan dalam pertandingan selanjutnya," jelasnya menutup sesi jumpa pers.
Aji berharapΒ kemenangan besar itu dapat dijadikan modal untuk menghadapi pertandingan selanjut menghadapi Persija Jakarta.Β
(arp/din)











































