Resmi dibukanya turnamen Danone Nations Cup Indonesia 2009 ini ditandai dengan penendangan bola oleh perwakilan dari PSSI Subardi, perwakilan dari Kemennegpora James Tangkudung dan perwakilan dari Danone Baskorohadi Sukatmo, di STC Senayan, Jakarta, Selasa (28/4/2009).
Setelah resmi dibuka, turnamen untuk para pesepakbola cilik itu akan dimulai dengan babak penyisihan yang berlangsung di Papua (9-10 Juni), Makassar, Aceh dan Yogyakarta (13-14 Juni), Bali dan Semarang (20-21 Juni), Bandung, Surabaya dan Medan (27-28 Juni), serta Jakarta, Banten dan Padang (4-5 Juni).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah menyambut dan mendukung turnamen ini sehingga dapat meningkatkan kualitas sepak bola anak-anak Indonesia," ujar Staf Ahli Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga James Tangkudung.
Senada dengan James, Ketua Badan Liga Amatir Subardi mengatakan bahwa turnamen yang dapat mengasah potensi para pesepakbola muda tersebut dapat jadi pintu menuju perkembangan sepakbola yang lebih baik di Indonesia.
"Ini peluang besar bagi anak-anak Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sepak bola di tingkat dunia karena pendidikan di usia dini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan sepakbola. Kalau perlu sejak lahir orang indonesia sudah mengenal sepakbola," nilai dia.
Sejak kali pertama turun berlaga di ajang ini pada tahun 2003, bocah-bocah 'Merah Putih' meraih prestasi terbaiknya tahun 2006. Saat itu mereka menempati peringkat keempat serta meraih gelar The Best Defending Team dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Pada tahun 2005, gelar lain juga diraih, yakni The Best Attack. Saat itu Irvin Museng cs mencetak 42 gol, jumlah terbanyak sepanjang sejarah turnamen yang digelar sejak sembilan tahun lalu tersebut. (krs/key)











































