Indonesia Cari Dukungan AFF

- Sepakbola
Kamis, 30 Apr 2009 18:47 WIB
Jakarta - Indonesia tidak ingin jalan sendirian dalam upaya memenangi bursa tuan rumah Piala Dunia 2022. Sebagai wakil Asia Tenggara, dukungan pun coba digalang dari federasi sepakbola ASEAN atau AFF.

Upaya tersebut baru saja dilakukan PSSI dengan menggelar pertemuan interen AFF di Jakarta sejak kemarin dan berakhir hari ini, Kamis (30/4/2009). Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste dan Australian hadir dalam acara tersebut, sedangkan Laos, Myanmar, Vietnam dan Malaysia absen lantara kesibukan internal masing-masing federasi.

"Acara ini inisiatifnya dari PSSI, tujuannya bagaimana menciptakan soliditas dan solidaritas ASEAN di dalam mengikuti event asia maupun FIFA,  serta untuk menggalang dukungan anggota AFF dalam rangka Indonesia memenangi bidding Piala Dunia 2022," terang Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kepada para wartawan di Hotel Mulia, Senayan, Kamis (30/4/2009) pagi WIB.

Nurdin mengaku puas karena pertemuan tersebut berjalan dengan baik dan diliputi rasa kebersamaan yang tinggi dari para anggotanya.

"Acara ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Ada kesamaan pandangan saling menerima dan saling memberi. Ada rasa persaudaraan yang tinggi di antara anggota AFF. Makanya saya hari ini senang sekali," urainya.

Diterangkan Nurdin, pertemuan tersebut melahirkan empat keputusan penting untuk meningkatkan posisi wakil ASEAN di AFC. "Tujuan pertemuan ini adalah untuk meningkatkan bargaining position ASEAN dia AFC."

Keputusan-keputusan itu antara lain, pertama adalah sepakat untuk tidak diintervensi oleh pihak manapun di pesta demokrasi AFC; kedua, sepakat memperjuangkan kepentingan anggota ASEAN; ketiga, mendukung Indonesia dan Australia sebagai calon tuan rumah PD 2022; keempat, mendukung Mohammad bin Hammam sebagai presiden AFC dan kandidat Komite Eksekutif (Exco) FIFA.

"Acara ini tak hanya akan sekali diadakannya, namun dalam kurun 3-4 bulan sekali untuk lebih meningkatkan silaturahmi untuk membahas pembangunan sepakbola di masing-masing negara," demikian Nurdin.
(mrp/a2s)