Setidaknya demikian diyakini ketua promotor lokal yang mendatangkan klub top Inggris tersebut pada Juli mendatang, Agum Gumelar, saat bertemu dengan kalangan wartawan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2009) siang.
Mantan ketua umum PSSI itu memahami keresahan sebagian masyarat pada situasi di tanah air di bulan Juli, karena masih dalam suasana pemilu presiden. Sebagaimana diketahui, Pilpres putaran pertama digelar 8 Juli, sedangkan MU beraksi di Jakarta pada 20 Juli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lalu mencontohkan momen Piala Dunia 1998, ketika di Indonesia masih hangat-hangatnya suasana reformasi.
"Waktu itu 'kan tiap hari ada demonstrasi. Tapi pas ada Piala Dunia, nggak terlalu banyak demo."
Agum yakin tidak ada kerusuhan baik sebelum maupun pada hari H kedatangan MU di Jakarta. "MU ke sini untuk memberi hiburan buat masyarakat yang sudah lelah sehabis kegiatan politik," tukasnya. (a2s/roz)











































