Hal tersebut seperti diungkapkan yang bersangkutan, saat ditemui sejumlah wartawan seusai menjalani latihan rutin di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (8/5/2009).
"Saya memang sangat suka dengan belut, dan kata dokter itu yang menjadikan kolestrol saya tinggi," kata Sakti, sapaan pemain berusia 27 tahun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterangkan sang dokter, akibat kolestrol yang tinggi itu, kinerja jantung mantan pemain PSMS Medan tersebut tidak maksimal, sehingga suplai udara di paru-parunya terhambat.
"Kebetulan kemarin sebelum melawan Persija, sore harinya Sakti makan belut hampir 3 kilo," ujar si pemain sambil tersenyum enteng.
Meski demikian, ia mengaku telah siap kembali untuk diturunkan saat Persik menjamu Persitara Jakarta Utara dalam lanjutan Indonesian Super League, Sabtu (9/5/2009) besok. "Kalau sekarang seratus persen saya sudah sehat dan siap diturunkan," imbuhnya.
Secara terpisah dokter tim Persik, dr. Fauzan Adhima membenarkan bahwa kandungan kolestrol yang tinggi pada SaktiawanΒ menjadi salah satu penyebab pingsannya sang pemain. Untuk langkah selanjutnya, staf medis akan melakukan kontrol ketat setiap makanan yang dikonsumsi pemain.
"Ini pelajaran berarti bagi kami, dan ke depan hal tersebut tidak doleh terulang. Kami tidak akan melarang seorang pemain memakan makanan kesukaannya, tapi kontrol dengan pembatasan tentu harus kami lakukan," jelas Fauzan saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya. (a2s/roz)











































