Hal tersebut diungkapkannya dalam jumpa pers seusai pertandingan di press room Stadion Brawijaya, Sabtu (16/5/2009).
"Anda lihat sendiri berapa kali Cristian Gonzales dan Hilton dijatuhkan, tapi wasit tetap menyatakan play on. Sementara saat pemain Persik dijatuhkan, kami langsung dihukum dengan free kick dan bahkan kartu kuning," tukas Jaya dengan nada tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekecewaan Jaya memuncak saat dia meminta penjelasan dari wasit Yandri terkait kepemimpinannya, namun tidak mendapatkan hasil.
"Tadi dia saya datangi dan saya tanya, kenapa Anda memimpin seperti itu. Tapi apa jawabnya, dia hanya tersenyum dan meninggalkan saya," ungap Jaya dengan wajah kecewa.
Meski demikian, tidak ingin pernyataannya menjadi kontroversi, Jaya berusaha membuat alibi lain perihal kekalahan timnya. Ia antara lain memuji permainan Persik yang diakuinya lebih cepat dan tepat dalam mengalirkan bola.
"Anak-anak kalah cepat. Pemain Persik saat kehilangan bola langsung berani memberikan pressing, sementara pemain kami yang memegang bola kebingungan mengalirkannya, karena temannya tidak bergerak," jelas Jaya.
Dengan kekalahan tersebut Jaya mengaku tidak patah arang dalam perebutan gelar juara. Menurutnya peluang masih terbuka, dan hal tersebut akan dimulainya dengan berusaha mengalahkan Persiwa Wamena dalam laga kandang mendatang.
Saat ini Persib masih tertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara, mengoleksi 54 poin hasil dari 28 kali bermain.
Sementara itu arsitek Persik Aji Santoso tidak bisa menyembunyikan suka citanya pada hasil yang diperoleh pasukan lokalnya.
"Perasaan saya saat ini bangga dan senang jadi satu. Saya salut dengan permainan anak-anak yang tidak kenal lelah sepanjang 2 x 45 menit," kata mantan bek andalan timnas Indonesia itu.
"Ini juga bukti pemain lokal tidak kalah dengan pemain asing. Satu hal yang menjadikannya seperti ini, yaitu mereka disiplin dan menjalankan apa instruksi pelatih," papar Aji lebih jauh.
Sementara ketika diminta komentarnya terkait kekecewaan Jaya Hartono terhadap kepemimpinan wasit, Aji mengungkapkan hal sebaliknya.
"Penilaian atas kepemimpinan wasit itu sangat subyektif, tergantung siapa yang menilainya. Saya tidak akan pernah melakukannya, terkecuali untuk saya simpan sendiri dan tidak akan saya ungkapkan kepada teman-teman," ujar Aji.
Dengan kemenangan tersebut, Aji mengaku timnya memiliki modal untuk melawat ke kandang Pelita Jaya Jawa Barat dan PSM Makasar dalam sepekan mendatang.
Dalam pertandingan melawan Persib, Persik tidak bisa menurunkan satu-satunya pemain asing yang dimilikinya, yaitu Ronald Fagundes. Pemain asing asal Uruguay tersebut mengalami cedera metatarsal di telapak kaki kanannya, dan saat ini masih dalam tahap penyembuhan melalui sejumlah terapi.
Tak hanya Ronald Fagundes yang tidak bisa dimainkan, dua pilar utama yang lain juga harus absen, yaitu penjaga gawang Ahmad Kurniawan yang mengalami cedera di bagian pergelangan tangan dan lututya, serta penyerang Saktiawan Sinaga yang sedang menjalani skorsing kartu merah dari pertandingan sebelumnya. (a2s/key)










































