Arema langsung tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Hasilnya, baru dua menit usia kickoff mereka sudah memperoleh gol melalui sundulan Fortune Udo, memanfaatkan umpan silang Roni Firmansyah.
Gol cepat itu tampanya merusak konsentrasi para pemain Persita terutama di lini belakang yang dikomandoi Sunar Sulaiman. Akibatnya, enam menit kemudian kiperΒ Bayu Cahyono kembali memungut bola dari gawangnya, kali itu tembakan Ahmad Sembiring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di babak kedua barisan depan Arema kembali membuat sibuk pertahanan Persita. Di menit 54 lahir gol ketiga yang kembali dibuat Fortune Udo, lewat tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti.
Persita menjadi bulan-bulanan karena dalam waktu singkat mereka kebobolan lagi. Dua menit dari gol Udo, Patricio Morales melakukan aksi individu yang menawan untuk mengecoh penjagaan Sunar sebelum merobek jala anak-anak Tangerang.
Dalam keadaan tertinggal 0-4, Persita mencoba bertahan untuk tidak kalah lebih besar. Tim asuhan Zainal Abidin ini bahkan berhasil memperoleh satu gol lewat sepakan Ade Mustari di menit 80. Skor akhir 4-1 untuk Arema.
Kemenangan ini membuat pelatih Gusnul Yakin berterima kasih pada penampilan terbaik pasukannya. "Konsistensi pemain-pemain depan kami dalam mengolah bola dapat membuahkan gol," ujarnya pada wartawan selesai pertandingan.
Sementara dari kubu Persita, Zainal mengaku para pemain bertahannya kalah cepat dengan penyerang-penyerang tim tuan rumah. "Gol cepat Arema menganggu konsentrasi para pemain kami," katanya.
(key/a2s)










































