Hal ini antara lain diungkapkan oleh trio mantan pemain PSMS Medan, Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga dan Legimin Raharjo.
"Saya sementara memilih bertahan, menunggu apa kata manajemen. Kalau memang ingin mengontrak saya lagi, Sakti pasti mau," ujar Saktiawan kepada wartawan di Stadion Brawijaya, Rabu (10/6/2009), seusai Persik memainkan laga terakhirnya di musim ini --Β menang 3-1 atas Persita Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asalkan nilainya tidak terlalu kecil, Sakti tidak masalah. Sekarang bermain untuk klub mana saja tidak ada bedanya, karena memang semua sedang krisis," tukasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Legimin dan Mahyadi. Kondisi keuangan yang sulit di hampir seluruh klub peserta ISL, diakui menjadi alasan memilih bertahan untuk sementara waktu.
"Nggak jauh beda, Mas. Persija saja yang katanya dana operasionalnya besar, ternyata gaji pemainnya juga sempat telat," timpal Legimin.
Keinginan bertahan juga diungkapkan pemain lokal lain yang selama ini telah beberapa tahun memperkuat Persik. Alasan khusus adalah perasaan kerasan yang terlanjur tertanam.
"Kalau saya, istri sudah PNS di sini dan rumah juga di sini. Kalau pindah mau apa lagi yang dicari. Apalagi umur saya juga sudah nggak muda lagi," kata gelandang senior Harianto.
Dari informasi yang diperoleh detiksurabaya.com, manajemen Persik Kediri saat ini tengah memutar otak untuk bisa kembali mengontrak pemainnya. Minimnya anggaran untuk musim depan menjadikan mereka hanya bisa memberi kontrak maksimal Rp 400 juta untuk satu tahun. (a2s/roz)











































