PSMS yang menduduki peringkat 15 di klasemen ISL di musim 2008/09 yang baru saja berakhir harus menjalani laga 'hidup mati' melawan Persebaya yang finis di
posisi keempat Divisi Utama.
Yang menarik dalam laga ini adalah seluruh gol tercipta melalui titik putih, termasuk sepasang gol di waktu normal. Kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga normal plus extra time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leonardo Zada yang menjadi algojo, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Kiper Persebaya, Endra gagal menjangkau tembakan yang mengarah ke sisi gawangnya. 1-0 untuk PSMS dan skor ini bertahan sampai turun minum.
Di babak kedua, Persebaya yang semakin gencar untuk mengejar ketertinggalan, mendapatkan peluang nyata, setelah pemain PSMS, Fadli Hariri melakukan handsball di dalam kotak terlarang di menit 86. Sontak wasit pun menghadiahi tendangan penalti untuk tim asal ibukota Jawa Timur ini.
Peluang ini pun tidak disia-siakan oleh Jairon Feliciano yang bertugas menjadi eksekutor, untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hasil ini bertahan sampai
waktu normal 90 menit berakhir.
Dalam masa perpanjangan waktu 2 x 15 menit, kedudukan belum juga berubah. Akhirnya pemenang pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam sesi 'adu kiper' ini, enam dari tujuh algojo Persebaya sukses menjalankan tugasnya, sedangkan eksekutor PSMS hanya sukses memasukkan lima angka dari tujuh kesempatan yang ada.
Dengan hasil ini 'Bajul Ijo' berhak naik ke ISL musim depan.
(roz/din)










































