Persija-Persitara Segera Dimerger

Persija-Persitara Segera Dimerger

- Sepakbola
Selasa, 14 Jul 2009 03:30 WIB
Persija-Persitara Segera Dimerger
Jakarta - Selama ini, Jakarta  diwakili oleh Persija Jakarta dan Persitara Jakarta Utara di Indonesian Super League (ISL). Mulai musim 2011, ada kans ibukota hanya diwakili satu klub saja.

Isu ini mencuat setelah dilaksanakannya pertemuan antara perwakilan kedua klub dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Balaikota, Senin (13/7/2009) siang WIB. Walaupun masih dalam taraf perencanaan, namun persoalan dana menjadi alasan DPRD Jakarta mendesak agar Persitara dan Persija bisa dilebur jadi satu pada kompetisi ISL tahun 2011.

"Ini memang masih wacana. Tapi DPRD meminta agar wacana ini segera direalisasikan secepatnya. Apalagi tahun 2011, klub profesional sudah tak bisa lagi dibantu oleh APBD alias mandiri. Kami masih memberi toleransi untuk 2010 ini," ungkap Sekretaris Daerah Pemprov DKI Muhayat kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi soal bagaimana pembentukannya atau yang lainnya, saya harus berkoordinasi dahulu dengan Konida dan Pengda PSSI Jakarta," tambahnya.

Rapat evaluasi perjalanan kedua tim di ISL musim itu dihadiri manajer Persija Harianto Badjoeri, Kadisorda DKI Saifullah, Wakil Ketua Konida DKI Kusnan Iswantoko, Sekum PSSI Jakarta Hardi dan Ketua Umum Persitara Effendi Anas.

Mereka yang datang mendapatkan penjelasan, demi efesiensi biaya dan prestasi, Jakarta sudah tak bisa dipecah lagi jadi beberapa klub dan kemungkinan hanya ada nama Macan Kemayoran saja di kancah sepakbola nasional.

"Sedangkan Pengcab-pengcab ditugaskan untuk pembinaan saja. Pembentukan tim dan manajemen bakal dibentuk dalam waktu cepat. Saya menginstruksikan kepada Disorda untuk menanyakan kepada BLI apa saja yang diperlukan untuk Liga Super musim depan," terang Muhayat lagi.

Hardi menyesalkan keputusan Pemprov DKI. Namun ia tak punya cara lain untuk mencegahnya mengingat pendanaan selama ini berasal dari Pemprov DKI sehingga nasib Persija maupun Persitara ada di tangan Pemprov.

"Memang ada tekanan agar klub di Jakarta hanya satu saja. Kalau saya dari Pengda tentu tak setuju peleburan ini, tapi mau bagaimana lagi," kata Hardi.

Ucapan Hardi itu diamini pula oleh Syaifullah. "Pemprov ingin membentuk tim yang lebih kuat. Inginnya lima wilayah di DKI Jakarta ada klub, tapi tentu tidak efisien. Ini murni untuk lebih mengefisienkan pengeluaran saja," katanya.

Jika ide ini nantinya harus dijalankan, tentunya Persitara pun harus gigit jari karena perjuangan mereka merangkak dari divisi dua harus punah begitu saja akibat masalah pembiayaan. Efendi Anas yang mewakili 'Laskar Si Pitung' dalam pertemuan itu pun memilih bungkam ketika dimintai komentarnya dan memilih pulang secepatnya begitu rapat kelar.


(mrp/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads