Dalam kontrak awal, MU mendapat bayaran 2 juta dolas AS (Rp 20 miliar) untuk berlaga di Jakarta 20 Juli kemarin. Dan meski pembatalannya akibat force majeur, uang kontrak tidak bisa dikembalikan.
"Di dalam kontra tersebut, kalau ada force majeur dari panitia, uang tidak bisa dikembalikan," ujar Ketua LOC MU Jakarta Agum Gumelar di kantor PSSI Jakarta, Selasa (21/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MU batal datang ke Jakarta menyusul dua ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta. Akibat pembatalan itu, panitia mengaku menanggung beban kerugian raksasa.
"Sampai saat ini kerugian yang kami derita 23 koma sekian miliar rupiah," ungkap Agum yang datang mengenakan polo shirt MU berwarna merah.
Agum juga mengaku telah membentuk lima tim untuk merampungkan lima masalah, yakni yang terkait dengan MU, terkait sponsor, publik, instansi pemerinta serta terkait dengan vendor.
"Tim itu akan mulai bekerja besok hingga 1-2 bulan ke depan," kata Agum.
Panitia kembali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan secara penuh uang tiket milik para calon penonton. Seperti diberitakan sebelumnya, LOC akan merampungkan persoalan tiket ini dalam tiga tahap.
"Soal tiket, administrasi dan segala hal sekali lagi kami tegaskan, panitia tidak akan lepas tangung jawab. Kami akan bertanggung jawab. Namun kami minta perhatian karena jumlah kerugian yang kami derita sangat besar. Makanya ini memerlukan waktu yang lama," pungkas Agum.
(arp/din)











































