Seperti sudah diketahui, PSSI sejak awal tahun ini sudah menggaungkan niatnya untuk mencalonkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Niatan itu pun mendapat dukungan dari sebuah lembaga independen bernama Masyarakat Sepakbola Indonesia (MSBI).
Pasca terjadinya tragedi ledakan bom di dua hotel di Jakarta medio Juli ini MSBI juga tetap yakin kalau Indonesia tetap aman dan mampu memenangi bidding tersebut. Namun, presiden juga diminta lebih berperan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita pada akhirnya tidak bisa jadi tuan rumah, ya berarti negara kita tidak mempunyai pemimpin namanya," cetus pria berumur 43 tahun itu.
Berhubungan dengan upaya-upaya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia, Sarman juga mengkritik penunjukkan Ginanjar Kartasasmita sebagai Ketua Tim Bidding Indonesia untuk Piala Dunia 2022.
Menurut pandangan MSBI, kata Sarman, sikap PSSI itu terkesan terburu-buru dan seharusnya asosiasi tertinggi sepakbola Indonesia itu melakukan penunjukkan dengan perhitungan matang serta secara transparan dari masyarakat.
"PSSI mestinya berkoordinasi dengan pemerintah karena Piala Dunia bukan tanggung jawab PSSI semata melainkan tanggung jawab seluruh rakyat yang diwakili pemerintah. Kami harap PSSI meninjau kembali keputusannya tersebut," demikian dia.
Kritikan juga Sarman layangkan kepada juru bicara Presiden RI Andi Malarangeng. Medio Februari lalu, Andi sempat mengeluarkan pernyataan bahwa rencana Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 hanya mimpi belaka.
"Andi Malarangeng itu tidak intelektual kalau dia berbicara seperti itu. Dia tidak mengerti kalau menjadi tuan rumah Piala Dunia itu adalah pesta akbar," sergah Sarman.
(krs/din)











































