Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) telah memanggil 25 pemain untuk mengikuti Pelatnas PPA 2011 yang akan dimulai 25 September. Mereka akan dipinjam oleh BTN setidaknya hingga 18 November, usai Indonesia menjamu Kuwait di Jakarta.
Bahkan, apabila timnas masih berpeluang lolos ke Piala Asia 2011, maka kemungkinan pelatnas diperpanjang lagi untuk persiapan menghadapi Oman 6 Januari 2010 di Jakarta, sebelum melakoni laga pamungkas Grup B di kandang Australia (3 Maret 2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu ditegaskan oleh CEO Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono. Sebagai administrator liga, BLI mempunyai kewenangan untuk memverifikasi pemain agar bisa berlaga di kompetisi ISL musim depan. Dengan adanya keputusan dari PSSI tersebut, sudah dipastikan ke-25 pemain itu tidak bisa bermain bagi klub mereka dan bila ada yang melanggar akan dikenakan sanksi.
"Ini bukan keputusan BTN semata-mata, melainkan dari PSSI dan ini sudah valid. Artinya para pemain timnas tersebut tidak boleh bermain bagi klub hingga berakhirnya pelatnas," ujar Joko kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/8/2009) sore WIB.
"Larangan itu sebenarnya tidak ada di manual liga. Namun PSSI berhak menabrak hal tersebut karena PSSI adalah induk organisasi sepakbola Indonesia. BLI di sini fungsinya hanya sebagai eksekutor dari peraturan PSSI itu. Kami ikuti saja peraturan itu," tambah Joko.
Dengan berlakunya kebijakan di atas sudah barang tentu banyak klub yang sudah menggelontorkan dana besar untuk perekrutan pemain musim depan akan merugi. Mereka yang membayar, tapi malah tak bisa memakai jasa mereka sepenuhnya.
Kasus seperti ini tampaknya mengulang kejadian yang telah terjadi beberapa tahun belakangan. Seringnya PSSI menerapkan pelatnas jangka panjang membuat klub dan timnas acap kali berbenturan soal penggunaan pemain itu.
"Kami anggap policy (kebijakan) ini lebih baik dari sebelumnya, karena dulu dikeluarkan ketika kompetisi tengah berjalan. Tapi sekarang kami mengeluarkannya sejak awal," tandas Joko lagi.
Ke-25 pemain timnas itu kabarnya akan digaji sebesar Rp 20-25 juta per bulan selama mengikuti pelatnas. (a2s/krs)










































