Indonesia Calon Tuan Rumah Piala Dunia

Adhyaksa: Perjuangan Masih Lanjut

- Sepakbola
Rabu, 09 Sep 2009 13:53 WIB
Jakarta - Kans Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia disebut-sebut buyar saat Ritz Carlton dan JW Marriott jadi sasaran pemboman. Meski menipis, Adhyaksa Dault menyebut usaha tersebut masih diperjuangkan.

Bersama 10 negara lainnya, Indonesia secara resmi sudah mengajukan lamaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022. Negara yang menjadi kompetitor untuk bisa menggelar event sepakbola terakbar tersebut adalah Inggris, Rusia, Spanyol-Portugal, Belanda-Belgia, Australia, Jepang, Korea Selatan, Qatar, Amerika Serikat dan Meksiko.

Nada-nada pesimisitis sebelumnya sudah terdengar saat PSSI untuk kali pertama mencanangkan niat tersebut. Meski sempat tetap mengeluarkan keyakinan tinggi, harapan untuk bisa jadi tuan rumah Piala Dunia kini bisa jadi makin mengecil lantaran kasus bom bunuh diri di Ritz Carlton dan JW Marriott bulan lalu.

Ledakan bom tersebut bukan hanya membuat Manchester United batal mengunjungi Indonesia bulan lalu. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, bahkan sempat mengakui kalau insiden tersebut meruntuhkan asa Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia.

Meski begitu, Indonesia sepertinya belum benar-benar menyerah. Meski mengakui kansnya kecil, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, menyebut kalau perjuangan untuk menwujudkan ambisi tersebut belum berakhir.

"Nah itu dia. Gara-gara bom kemarin sih jadi agak sulit. Tapi kita akan berjuang terus," ungkapĀ  Adhyaksa sesaat sebelum menghadiri rapat pembahasan Rancangan Undang-undang Kepemudaan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2009).

Pasca tragedi bom di hotel yang sedianya bakal dijadikan tempat menginap Manchester United tersebut, sekelompok kalangan sempat mengusulkan agar Presiden SBY ikut membantu niatan tersebut dengan mendekati FIFA. (din/krs)