"Walikota tinggal mengeluarkan suratnya, mereka perusahaan batu bara akan membantu pendanaan kita," tutur manajer tim, Aidil Fitri, dalam pertemuan dengan wartawan di Kantor Pengcab PSSI Samarinda Jl. Kadrie Oening, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (7/10/2009).
"Kita tidak bisa mengandalkan APBD saja. Solusinya ya meminta perusahaan untuk ikut andil dan menutupi pembiayaan klub," tutur Aidil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan yang baru kita terima baru Rp 5 miliar. Sebenarnya tidak masalah kalau hanya mendapat Rp 17,5 miliar. Tapi jangan salahkan kami kalau nantinya hanya mengikuti setengah musim kompetisi ISL," ujar Aidil.
Sederetan pemain asing bernilai kontrak miliaran rupiah melengkapi skuad berjulukan "Elang Borneo" itu. Tiga di antaranya yang sudah meneken kontrak adalah Ronald Fagundez s (Rp 1,2 miliar), Danilo Fernando (Rp 1,3 miliar), dan Tsimi Jaquez (Rp 1,1 miliar). Persisam juga rencananya merekrut dua pemain asing dari Australia dan Thailand.
"Kalau Persisam mau besar, dana yang kita butuhkan juga sangat besar," lanjut Aidil.
Sementara di kesempatan yang sama, anggota DPRD Samarinda Siswadi mendukung penuh upaya Pemkot dan Persisam Putra untuk menggalang dukungan pendanaan dari perusahaan batu bara. Menurutnya, sejauh tidak menyalahi aturan, DPRD Samarinda tetap berkomitmen mendukung kelangsungan Persisam.
"Di Samarinda 'kan banyak perusahaan (batu bara). Jangan hanya mengeruk keuntungan di Samarinda untuk nyetor ke pusat," tukas Siswadi.
Ia menambahkan,DPRD Samarinda tidak akan mematok target bantuan dari perusahaan batu bara di Samarinda, termasuk untuk keperluan markas Stadion Palaran, yang merupakan stadion termegah kedua di Indonesia setelah Gelora Bung Karno.
''Persisam itu aset daerah dan milik warga Samarinda. Sudah sepatutnya diperjuangkan menjadi klub profesional,'' tutup Siswadi. (a2s/din)










































