Sejak pindah dari Persiter Ternate awal musim lalu, Rivai langsung jadi pujaan The North Jak. Pertengahan musim datang, Bello dan keduanya menjadi duet maut tim tersebut.
Di bursa transfer musim ini Rivai menerima pinangan Sriwijaya FC. Jadilah Bello butuh tandem baru. Hal itu terlihat dari laga ujicoba Persitara kontra Persikabo Bogor di Stadion Tugu, Jakarta Utara, Rabu (7/10/2009), jelang dimulainya Indonesian Super League (ISL) 2009/2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akui masih banyak PR (pekerjaan rumah--Red) yang harus dikerjakan oleh tim pelatih untuk persiapan lawan Persela dan Persijap di dua laga awal kami," analisa manajer tim, Harry Ruswanto, kepada wartawan, Rabu (7/10/2009) sore WIB.
"Namun untuk performa tim lumayan bagus lah. Yang terpenting adalah kami mendapat pelajaran bagaimana menghadapi tim yang bermain keras seperti Persikabo tadi," lanjut pria yang akrab disapa Gendhar itu.
Solusi untuk mencari suksesor Rivai menjadi tugas tambahan untuk Gendhar dan tim manajemen. Selain masih bersengketa dengan mantan pemainnya, John Tarkpor, yang kini membela Persebaya Surabaya, kuota lima pemain asing pun baru terisi dua. Artinya Persitara harus mencari segera pemain lagi untuk menambah kekuatan tim.
"Soal pemain asing, kita baru punya dua, bek (Ladislas Kukunde) dan penyerang (Kabir Bello). John Tarkpor masih kita tunggu untuk kembali ke sini untuk menyelesaikan masalah soal uang muka yang sudah kita berikan ke dia."
"Paling kita mau mengincar dua pemain Iran untuk posisi tengah dan depan. Mudah-mudahan kita akan segera dapatkan dan juga sesuai dengan anggaran kami yang punya," pungkas Gendhar. (mrp/a2s)











































