Pada laga di stadion Andi Matalatta, Makassar, Minggu (11/10/2009), PSM tak dapat diperkuat dua pemain asingnya yaitu yakni Suarez Baroni asal Brasil dan Daryus Ayyoubi asal Iran. Mereka dilarang tampil karena terkendala persoalan administratif oleh Badan Liga Indonesia.
Hal itu otomatis membuat konsentrasi permainan yang telah dirancang sebelumnya terpaksa diubah secara maraton. Yudi Kenci yang menggantikan posisi Ayyoubi sebagai penyerang terlihat kurang menampilkan semangat bertarung yang mumpuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, PSM masih sempat punya peluang emas setelah mendapatkan penalti di menit 50 setelah Cristian Carasco dijatuhkan oleh pemain belakang Sriwijaya, Bobby Satria di kotak terlarang. Namun penyerang PSM asal Chile itu gagal mengeksekusi tendangan penalti.
Akhirnya Laskar Wong Kito memimpin lebih dulu lewat di menit ke-77. Gol Sriwijaya FC tersebut dicetak oleh Zah Rahan Krangar. Meski demikian PSM hanya butuh dua menit untuk menyamakan kedudukan setelah Handi menjebol gawang Sriwijaya dari titik penalti.
Skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil tersebut membuat PSM dan Sriwijaya harus puas berbagi angka di laga perdana ISL musim ini. Usai pertandingan pelatih PSM Hanafing mengakui bahwa absennya dua pemain asing sangat mempengaruhi serangan skuadnya.
"Absennya dua pemain kami memang sangat berpengaruh pada pertandingan malam
ini, namun kami optimis pada tanggal 14 Oktober nanti keduanya sudah bisa bermain melawan Persib Bandung," pungkas Hanafing kepada wartawan.
Sementara pelatih Sriwijaya FC, Rahmat Darmawan mengakui para pemainnya tidak bisa menjaga ritme pertandingan karena diberi tempo yang cepat oleh lawannya. Namun ia puas melihat dominasi anak asuhnya di babak pertama dan gol yang dicetak pertama kali oleh pemainnya.
(key/key)










































